Hadiah Besar di Ujung Sabar

*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
www.majelistabligh.id -

Kita semua sedang sama-sama menunggu.
Ada yang menunggu kapan doa terkabul.
Kapan hasil ikhtiar mulai terlihat.
Kapan semua segera membaik.

Setiap orang pasti sedang menunggu sesuatu dalam hidupnya.
Menunggu hasil dari segala urusannya.

Ada yang menunggu dengan tenang.
Ada pula yang menunggu dengan gelisah.
Namun, yang terbaik urusannya adalah mereka yang paling sabar.

Sabar dulu, ya kawan…
Nanti Allah selesaikan satu per satu.
Allah sedang menyiapkan rencana terbaik untukmu.

Suatu saat… sabarmu itu akan Allah balas dengan hadiah yang luar biasa.
Saat hari itu tiba, mungkin kamu hanya akan terdiam sambil meneteskan air mata.

Dan dalam hati hanya mampu berkata, “Alhamdulillah ya Allah, ternyata ini balasan dari sabarku selama ini…”

Pernah suatu ketika, saya ditanya seseorang, “Ustadz, kalau boleh minta satu hal, antum ingin minta apa?”

Saya jawab, “Saya ingin dikaruniai hati yang senantiasa bisa sabar.”

Karena semua masalah, ternyata inti dari solusinya adalah sabar.

Orang miskin—asal sabar dalam bekerja, sabar tidak membelanjakan harta pada yang tidak perlu—insyaAllah hartanya akan terkumpul juga.

Andaipun belum, hati yang sabar akan membuatnya tak mengeluh karena belum punya.

Orang sakit—asal sabar dengan terapi dan pengobatannya—insyaAllah akan terbuka jalan kesembuhan.
Andaipun belum, hati yang sabar akan menenangkan hari-harinya.

Rumah tangga yang dibangun dengan sabar, insyaAllah akan menemukan jalan tengah.
Obrolan jadi lebih tenang, masalah terasa tidak terlalu kritis, dan solusi jadi mudah terlihat.
Andaipun belum, hidup masih bisa dinikmati dari sisi-sisi baiknya.

Mendidik anak, membangun usaha, belajar, atau apa pun persoalannya—jika sabar dihadirkan di dalamnya—
satu per satu insyaAllah akan terlihat kebaikannya.

Yang tidak sabar pasti rugi:
Rugi waktu, rugi pahala, bahkan urusan pun bisa rusak karena tergesa-gesa.

Sabar adalah solusi yang baik.
Karena dengan sabar, Allah akan menolong kita melalui waktu yang terus bergerak maju.
Hingga akhirnya, jawaban dari penantian pun makin dekat dan nyata.

Tentu, sabar itu sulit.
Benar, sulit jika dijalani sendirian.
Tapi jika ada yang saling mengingatkan, insyaAllah sabar bisa dilatih dan menjadi kebiasaan. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search