Hadiri Halalbihalal PWM DKI, Pramono Anung Puji Kiprah Muhammadiyah

www.majelistabligh.id -

Suasana penuh semarak dan kehangatan menyambut pagi di halaman Gedung Dakwah Muhammadiyah DKI Jakarta, Sabtu (19/4/2025).

Dua ondel-ondel khas Betawi menari dengan riang, diiringi alunan musik tradisional yang menggema ceria.

Suasana ini semakin istimewa dengan kedatangan para tamu undangan penting, termasuk Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin.

Keduanya disambut secara adat melalui Tari Sirih Kuning, sebuah tarian Betawi yang penuh makna, melambangkan rasa hormat dan sukacita dalam menyambut tamu agung.

Tari Sirih Kuning dibawakan oleh enam pelajar SMA Muhammadiyah 1 Jakarta. Dengan busana kuning cerah dan gerakan tari yang anggun serta lembut, para penari berhasil menciptakan atmosfer bersahabat dan menyentuh hati.

Pertunjukan ini membuka rangkaian kegiatan Halalbihalal 1446 Hijriah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta dengan tema besar: “Menghadirkan Bahagia dalam Dakwah Muhammadiyah di DKI Jakarta.”

Acara ini menjadi momentum strategis untuk mempererat jalinan silaturahmi antara pimpinan, kader, dan warga Muhammadiyah se-DKI Jakarta.

Lebih dari itu, kegiatan ini turut menegaskan pentingnya sinergi antara organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Jika relasi antara pemerintah dan Muhammadiyah berjalan harmonis, maka kebahagiaan dan ketenteraman masyarakat Jakarta akan semakin terasa nyata,” ujar Ketua Panitia Halalbihalal, Dr. Nurhadi, M.Ag dalam sambutannya.

Ketua PWM DKI Jakarta, Dr. Akhmad H. Abubakar, turut menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam atas kehadiran Gubernur Pramono Anung.

Menurutnya, kesediaan Pramono menghadiri acara ini di tengah padatnya agenda pemerintahan merupakan wujud nyata dari kepedulian seorang pemimpin yang tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga memiliki sensitivitas tinggi terhadap dinamika kehidupan sosial-keagamaan masyarakat.

“Kehadiran Pak Gubernur menjadi sumber semangat baru bagi warga Muhammadiyah. Ini menunjukkan bahwa beliau tidak hanya hadir sebagai pejabat, tetapi sebagai sahabat umat. Kami merasa diperhatikan, dihargai, dan dikuatkan,” ungkap Abubakar, yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari para peserta.

Abubakar juga menjelaskan bahwa forum halalbihalal ini menjadi sarana strategis untuk mengenalkan para pemimpin daerah, termasuk Gubernur dan Ketua DPRD, kepada komunitas Muhammadiyah.

Tujuannya agar warga Muhammadiyah dapat memahami arah kebijakan dan prioritas pembangunan pemerintah, sehingga terbangun kerja sama konstruktif yang berkelanjutan.

“Dengan saling mengenal, warga Muhammadiyah bisa memberikan dukungan terhadap berbagai program strategis Pemprov DKI Jakarta, khususnya yang sejalan dengan nilai-nilai dakwah dan kemaslahatan umat,” tambahnya.

Dalam sambutan yang disampaikan dengan penuh kehangatan dan sesekali diselingi humor, Gubernur Pramono Anung menyampaikan penghargaan yang tinggi atas kontribusi Muhammadiyah dalam berbagai bidang di Jakarta.

Dia memulai pidatonya dengan canda ringan mengenai Ketua DPRD Khoirudin, yang disebutnya memiliki intuisi politik tajam karena sudah ingin bertemu dengannya sebelum hasil Pilkada resmi diumumkan.

“Pak Khoirudin ini sepertinya sudah tahu siapa yang menang sebelum penghitungan selesai. Benar, kan, Pak Kiai?” canda Pramono yang disambut tawa dan tepuk tangan para hadirin.

Selain menyampaikan apresiasi, Gubernur Pramono juga membagikan sejumlah rencana kebijakan strategis yang sedang dan akan dijalankan di Jakarta.

Di antaranya adalah pemindahan lokasi patung MH Thamrin demi penataan ruang kota, upaya revitalisasi taman-taman kota sebagai ruang publik yang nyaman, hingga langkah-langkah penanganan kemacetan parah yang terjadi di Tanjung Priok pasca libur panjang.

Acara Halalbihalal resmi dibuka pada pukul 09.00 WIB dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Syamsuri Firdaus, peraih juara MTQ tingkat internasional. Setelahnya, hadirin bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars Muhammadiyah, sebagai simbol semangat nasionalisme dan loyalitas terhadap perjuangan organisasi.

Tidak hanya itu, acara ini juga menjadi ajang penting untuk meneguhkan komitmen Muhammadiyah dalam pemberdayaan ekonomi umat.

Salah satunya melalui penyerahan Sertifikat Halal kepada sejumlah pelaku UMKM binaan PWM DKI Jakarta. Ini menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah dalam membina ekonomi syariah yang mandiri, bersih, dan berkeadilan.

Tak kalah menarik, dalam kesempatan yang sama, PWM DKI Jakarta juga meluncurkan sebuah buku berjudul “Seni Budaya Transformatif dan Islami” yang disusun oleh Majelis Tarjih.

Buku ini menjadi refleksi atas komitmen Muhammadiyah dalam memadukan nilai-nilai seni dan budaya dengan prinsip-prinsip Islam progresif yang mencerahkan dan membebaskan.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, tausiyah penuh makna disampaikan oleh Dr. Syakir Djamaludin, MA dari Majelis Tabligh PP Muhammadiyah. Dia mengupas hikmah dari tradisi halalbihalal dalam membangun ukhuwah Islamiyah, serta bagaimana umat Islam dapat terus menebar kedamaian dan kebahagiaan melalui jalan dakwah yang penuh kasih.

Acara ditutup dengan doa bersama yang khidmat, mengiringi suasana akrab dan kekeluargaan yang kental menjelang tengah hari.

Halalbihalal kali ini menjadi bukti nyata bagaimana dakwah Muhammadiyah mampu menjalin kolaborasi positif dengan pemerintah, serta terus berkiprah aktif dalam membangun peradaban masyarakat Jakarta yang bahagia, sejahtera, dan beradab. (wh)

Tinggalkan Balasan

Search