SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo menghelat Gebyar Milad dan Temu Alumni bertajuk “Milad Emas SMAMDA: Mencerahkan Umat Membangun Peradaban Berkemajuan”, Sabtu (31/1). Acara ini bertepatan dengan 50 tahun SMAMDA Sidoarjo berkiprah di dunia pendidikan di kabupaten Sidoarjo.
Hadir Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir. Selain menyampaikan tahniah, acara ini juga spesial sebab ini merupakan agenda milad SMA Muhammadiyah pertama yang dia hadiri.
Secara khusus Haedar meminta SMAMDA Sidoarjo untuk konsisten dalam prestasi, sehingga tantangan masuk 100 terbaik SMA nasional bisa terwujud. Menjadi Excellence School atau sekolah unggulan, tidak hanya di kalangan Muhammadiyah saja.
“Setelah Muktamar tahun 2022 lalu, saya meminta dalam Rapat Pleno kepada Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) untuk memastikan ada sekolah kita yang masuk 100 besar, lalu naik ke 50 besar, 25 besar, hingga 10 besar,” ungkapnya.
Oleh karena itu, untuk mencapai target yang ditentukan perlu mendayagunakan sumber daya yang dimiliki – termasuk para alumni. Alumni sekolah Muhammadiyah tidak boleh bergelut dengan romantisme saja, tapi harus bergerak sebagai kapital sosial untuk memacu prestasi sekolah.
Setengah Abad Membangun Sekolah Unggulan
Selama 50 tahun perjalanan, SMAMDA telah melalui berbagai fase, tumbuh beradaptasi, dan terus berbenah menjadi sekolah berprestasi. Hal tersebut dijelaskan Kepala Sekolah SMAMDA Sidoarjo, Zainul Arifin, bahwa sekolah ini memiliki visi menjadi sekolah unggul dan berkarakter berdasarkan nilai-nilai Islam.
“Dari visi ini, tentu kami akan selalu mewariskan kepada peserta didik, kepada murid-murid SMAMDA yang selalu menjunjung pendidikan karakter, keislaman, keilmuan, dan pengetahuan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan semangat berMuhammadiyah,” ujar Zainul.
Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, ribuan prestasi telah diraih siswa di SMAMDA, baik di tingkat kabupaten, provinsi, nasional, hingga tingkat internasional. Pada 2022-2026 awal, tercatat berjumlah sejumlah 1.573. “Kalau ditulis dari awal, mungkin bisa ratusan ribu,” tambah Zainul.
Sarana dan prasarana, pun terus ditingkatkan untuk mendukung proses belajar mengajar yang berkualitas. Terakhir, adalah berdirinya Smamda Dormitory.
Urusan program sekolah, SMAMDA senantiasa berikhtiar agar maksimal. Ada beberapa program yang telah berjalan seperti International Class Program, Boarding Class Program, Coding Class Program, dan Tahfidz Class Program.
“Ke depan kami berharap sinergi antara alumni dan sekolah semakin kuat. Alumni kami harapkan menjadi sumber inspirasi bagi adik-adik kelasnya, mitra strategis bagi pengembangan sekolah, serta penguat jejaring dan kolaborasi,” harap Zainul.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Ketua PWM Jawa Timur Sukadiono turut menyampaikan apresiasinya. “Tentu kami di PWM merasa bangga dengan berbagai macam prestasi yang dicapai oleh SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo ini,” ujarnya bangga.
Memetakan Sekolah Unggulan di Jawa Timur
Sukadiono menjelaskan, ada yang spesial dari SMAMDA Sidoarjo. Dari sebuah artikel yang dibacanya, ada empat jenis sekolah. Pertama Bad School. Sekolah yang secara input-nya baik, tetapi prosesnya kurang baik sehingga outputnya lulusannya juga kualitasnya tidak baik. Kedua, Good School atau sekolah yang input-nya baik. Artinya yang masuk di situ baik, kemudian prosesnya juga baik, output atau lulusannya juga baik.
Ketiga, Effective School. Yakni sekolah yang input-nya bisa saja kurang baik atau baik, kemudian prosesnya sangat baik, kemudian menghasilkan lulusan yang sangat baik. Keempat, adalah Excellent School atau sekolah yang input-nya sangat baik, prosesnya juga sangat baik, dan kemudian kualitas lulusannya atau output-nya juga sangat baik.
“Insyaallah SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo ini adalah excellent school yang menjadi kebanggaan Muhammadiyah Jawa Timur,” tegas Sukadiono.
Sukadiono berharap Smamda Sidoarjo bisa masuk menjadi 100 terbaik SMA di Indonesia, baik negeri maupun swasta. “Mudah-mudahan tidak berpuas diri dengan prestasi yang dicapai selama 50 tahun ini, ke depan tantangannya semakin banyak,” tutupnya. (*/sw)
