Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dengan perasaan sedih melepas jenazah tokoh ‘Aisyiyah, Siti Hadiroh Ahmad, yang telah wafat di usia 80 tahun. Pelepasan jenazah almarhumah usai disalatkan di Masjid Gedhe Kauman, kemudian dimakamkan di Taman Makam Husnul Khotimah PKU Muhammadiyah, Kulonprogo, Rabu (17/12/2025).
Haedar menyampaikan duka yang sangat mendalam atas wafatnya Siti Hadiroh Ahmad. Almarhumah adalah Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah periode 2005-2015, dan telah menghembuskan nafas terakhirnya di RS PKU Yogyakarta, sekira pukul 09.30 WIB.
Dalam kesempatan tersebut, Haedar Nashir mengenang Almarhumah sebagai tokoh yang memiliki peran besar di Persyarikatan. “Almarhumah menjadi tokoh ‘Aisyiyah, dan juga bagian dari ketokohan di Muhammadiyah yang dalam perjalanan yang sangat panjang, begitu banyak jejak dan kebaikannya,” ujar Haedar saat memberikan pesan sebelum pelepasan jenazah.
Sama dengan kakeknya Kiai Haji Ahmad Dahlan, serta bibinya Siti Baroroh Baried, Almarhumah Siti Hadiroh bagi Haedar adalah tokoh perempuan ‘Aisyiyah yang mendedikasikan hidup untuk berdakwah melalui Persyarikatan. Ia dikenal sebagai pemimpin yang tegas, teliti, berprinsip kuat, dan konsisten menjaga amanah organisasi.
Haedar juga berpesan bahwa meninggal adalah titik akhir dari perjalanan hidup kita. “Dan kita tidak pernah tahu kapan itu tiba. Tidak ada hubungannya dengan usia,” terangnya.
Ketika ajal tiba, manusia tidak pernah bisa melambatkan atau mendahulukan. “Maka ketika kita hari ini melepas beliau, menjadikan sebagai ibrah untuk kita, bahwa kita pun akan menyusul,” imbuh Haedar.
Karenanya, agar senantiasa menyiapkan amal jariyah sebanyak-banyaknya. Ilmu yang bermanfaat dan anak salih-salihah yang senantiasa mendoakan orang tua. “Kita doakan juga Bu Hadiroh Husnul Khatimah, dilapangkan kuburnya, dan menjadi ahlul jannah,” tutup Haedar. (*/tim)
