Haji Bukan Sekadar Ritual, Prof. Syamsul Ajak Jemaah Serap Nilai Pengorbanan

www.majelistabligh.id -

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga anggota Amirul Hajj, Prof. Syamsul Anwar mengungkapkan rasa syukurnya atas kesuksesan pelaksanaan ibadah haji 2025. Meski penuh tantangan dan kelelahan, para jemaah haji Indonesia dinilai berhasil menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik dan tertib.

Dalam refleksinya seusai melepas kepulangan jemaah dari Bandara Madinah, Kamis (12/6), Prof. Syamsul menyampaikan bahwa kelancaran haji tahun ini bukan hanya soal teknis dan logistik, tapi juga tentang bagaimana jemaah menyerap nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam ibadah haji.

“Alhamdulillah, jemaah kita dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik, meskipun lelah dan penuh tantangan. Ini adalah anugerah yang patut kita syukuri kepada Allah SWT,” ujarnya.

Menurut Syamsul, kesuksesan haji sejati terletak pada pemahaman terhadap nilai-nilai hakiki ibadah itu sendiri, bukan hanya dalam menyelesaikan rangkaian ritual dari Arafah, Muzdalifah, hingga Mina.

“Haji bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi momentum untuk menyerap makna yang dalam: tentang keikhlasan, ketundukan, pengorbanan, dan kebersamaan,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya edukasi yang berkelanjutan kepada jemaah agar nilai-nilai haji tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari setelah pulang ke tanah air.

Di tengah tantangan sosial dan ekonomi, Syamsul mengajak seluruh jemaah untuk menghidupkan semangat kurban, bukan hanya dalam bentuk hewan sembelihan, tetapi dalam bentuk pengorbanan demi kemaslahatan umat dan solidaritas sosial.

“Nilai kurban bukan sekadar simbolik, tapi harus diwujudkan dalam sikap peduli, berbagi, dan berani menempatkan kepentingan umat di atas kepentingan pribadi,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa pasca haji adalah fase penting untuk meneruskan nilai-nilai spiritual menjadi amal nyata dalam kehidupan sosial, seperti kejujuran, kesederhanaan, dan pelayanan terhadap sesama.

Evaluasi dan Doa: Haji Mabrur Bukan Tujuan Akhir, Tapi Awal Perubahan

Prof. Syamsul tidak menutup mata terhadap sejumlah kekurangan teknis selama pelaksanaan ibadah haji. Namun ia menyebutnya sebagai bagian dari proses belajar dan evaluasi menuju perbaikan di masa mendatang.

“Kekurangan itu tentu ada. Tapi kita jadikan catatan untuk ditingkatkan. Yang penting, spirit perbaikan dan pelayanan terus dijaga,” katanya bijak.

Ia juga mengapresiasi langkah diplomasi dan kerja sama erat antara Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi yang dinilainya telah membuka banyak kemudahan dan kenyamanan bagi jemaah.

Menutup refleksinya, Prof. Syamsul berdoa agar semua jemaah meraih predikat haji yang mabrur, dan nilai-nilai haji benar-benar menjadi bekal hidup yang berkelanjutan, bukan hanya untuk individu, tetapi juga untuk membangun peradaban yang lebih baik. (afifun nidlom)

Tinggalkan Balasan

Search