Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan menghirup udara segar pagi ini. Berarti ada kesempatan pula untuk bertaubat dan bebenah lagi.
Jangan salah mengartikan kebaikan. Karena arti kebaikan bukanlah ketika harta kekayaan bertambah. Bukan pula ketika pangkat meningkat. Bukan pula karena paras wajah yang begitu indah memikat setiap orang. Bukan pula ketika anak cucu kita begitu banyak dan membanggakan.
Namun ingatlah, hakikat kebaikan yang ada pada seorang hamba adalah ketika ilmu dan rasa kasih sayang bertambah. Dengan ilmu bertambahlah kebaikan pada diri, dan dengan kasih sayang bertambahlah kebaikan pada orang lain.
Benarlah apa yang dikatakan oleh sahabat Ali bin Abi Thalib ketika ditanya tentang hakikat, beliau berkata:
“Hakikat kebaikan bukanlah bertambahnya harta dan anak keturunanmu, namun dengan bertambahnya ilmu dan besarnya belas kasih”
Syaikh Dr. Shalih bin Humaid hafizhahullahu ta’ala (Imam Masjidil Haram Makkah Al-Mukarramah) menuturkan:
“Janganlah engkau bersedih atas dunia, karena akhirnya adalah perpisahan. Bertawakallah kepada Rabb-mu. Karena Dialah sebaik baik penolong dan sebaik-baik pelindung. Sibukkanlah dirimu dengan mengingat Allah dan bersyukur kepadaNya, niscaya Dia akan menambah karunia-Nya yang banyak kepadamu.
Perbanyaklah istighfar, karena ia dapat menghilangkan kesedihan. Barang siapa bersahabat dengan Al- Qur’an, maka ia tidak akan merasa kesepian. Barang siapa besar harapannya (kepada Allah), maka akan baik ibadahnya.
Menyesali masa lalu adalah menyia-nyiakan masa kini. Barang siapa melihat kebaikan hendaklah ia menyebarkannya. Dan barang siapa melihat aib, hendaklah ia menutupinya. Barang siapa yakin akan adanya balasan (dari Allah) maka ia akan banyak memberi.
Barang siapa berbaik sangka, maka akan baik amalnya. Dan barangsiapa mengira kehidupan orang lain lebih baik daripada kehidupannya, maka ia telah kehilangan rasa qana’ah (merasa cukup).”
Allah Wa Ta’ala berfirman:
“Siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. An-Nahl: 97)
Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad.
In syaa Allah bermanfaat, silakan dishare untuk meraih pahala amal jariyah.|| fimdalimunthe55@gmail.com
