Hangatnya Soto Ayam di Jumat Berkah SD Musix Surabaya

www.majelistabligh.id -

Menu soto ayam kembali menjadi andalan dalam kegiatan Jum’at Berkah di SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya. Setelah sempat absen karena liburan semester dua tahun lalu, kehadiran menu ini disambut antusias oleh para siswa dan wali murid.

Kegiatan Jum’at Berkah bukan sekadar rutinitas berbagi makanan, tetapi menjadi bagian dari sinergi antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendukung pembelajaran. Selain mengurus administrasi sekolah, para orang tua/wali murid SD Musix juga aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan edukatif, baik di dalam maupun di luar kelas.

“Sudah beberapa orang tua ikut berkontribusi dalam kegiatan sekolah, salah satunya sebagai guru tamu,” ujar Anisa Herwati, S.Pd.I., Kepala Urusan Kurikulum, dalam sebuah pertemuan internal sekolah.

Menurutnya, antusiasme para orang tua sangat luar biasa. Bahkan tanpa diminta, mereka dengan sukarela menawarkan diri untuk terlibat sebagai narasumber atau pendukung kegiatan.

“Kita hanya menyampaikan program sekolah, dan mereka langsung menyatakan siap untuk terlibat,” tambahnya.

Selain partisipasi individu, setiap kelas di SD Musix juga memiliki Paguyuban Kelas (PK) yang aktif mengadakan kegiatan masing-masing sesuai kebutuhan. Salah satunya adalah PK kelas 4-A Al-Baasith, yang berada di lantai dua. Grup yang mayoritas berisi para ibu ini secara rutin menghidupkan momen Jum’at Berkah dengan menyediakan menu makan bersama bagi anak-anak.

“Maaf ustadz, saya masih dalam perjalanan. Lalu lintas cukup padat,” tulis Oktafiana, S.E., orang tua dari Adhiyasta Adhitama kelas 4-A, melalui WhatsApp grup kelas.

“Iya bunda, hati-hati di jalan,” balas Ustadz Muhammad Al-Amin, guru Al-Islam, dengan ramah.

Kabar adanya makan bersama membuat sebagian besar siswa tidak membawa bekal dari rumah. Mereka dengan sabar (dan lapar) menunggu momen tersebut tiba.

“Ustadz, kapan makan bersamanya?” tanya seorang siswa dengan penuh harap.

“Sabar, sebentar lagi juga datang. Mamaku tadi sudah telepon ustadz,” jawab Astha, panggilan akrab dari Adhiyastha Wirathama Putra Budiman.

Tak lama berselang, setelah proses belajar-mengajar selesai, Pak Ayub—salah satu petugas keamanan sekolah—datang membawa beberapa kardus besar. Di dalamnya, menu soto ayam hangat siap dibagikan untuk acara makan bersama.

Suasana kehangatan, kebersamaan, dan semangat berbagi pun terasa nyata di SD Musix setiap hari Jumat. Inilah bentuk kecil dari pendidikan karakter yang ditanamkan melalui momen kebersamaan—hangat seperti soto ayam yang dinikmati bersama.

“Alhamdulilah… Asyikk…. Kita makan bersama,” teriak anak-anak setelah melihat yang ditunggu-tunggu telah datang.

“Maaf anak-anak, bunda datang terlambat, ya,” sapa Oktafia, panggilan akrab Oktafiana.

Kehadiran Oktafi didampingi oleh Vina Novalia SE selalu bendahara Paguyuban Kelas.

Anak-anak marasa penasaran, menu yang akan disajikan siang itu. Satu demi satu Oktafi membagikan kepada anak-anak.

“Saya bantu boleh, tante?” pinta Jovita Aisha Afareen (Jovita)
“Boleh-boleh. Silakan!” Respon spontan ibu rumah tangga yang jago masak itu

Tidak menunggu respon, dengan secakatan Jovita membagikan kepada teman-temannya. Astha tudak mau ketinggalan.

“Asyik…. Kita makan soto!” seru El, yang punya nama lengkap El Khalil Gibran Hansamu Avicena. Kemudian dia teriak kalau soto adalah masakan kesukaannya.

Selain soto, hari Jum’at penuh berkah ini, anak-anak yang tinggal di kelas Al-Basyith menikmati minuman pendamping es melon telasih minus jeruk nipis.

Setelah melihat dan mendampingi anak-anak menikmati soto dan kerupuk putih karyanya ini, Sarjana Ekonomi yang jago memasak ini berpamitan sambil menyodorkan sambal pelengkap menu.

“Untuk menu sengaja kita buat jadwal agar anak-anak tidak bosan dan lahap menyantapnya,” pesannya sambil meninggalkan kelas

“Terima kasih soto segarnya bunda!” seru anak-anak kompak sambil melambaikan tangan serentak. (basirun)

Tinggalkan Balasan

Search