Hanya kepada Allah: Kekuatan di Tengah Kelemahan Manusia

www.majelistabligh.id -

Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullahu berkata: “Allah menjauhkan kejelekan setan dari orang-orang beriman yang bertawakkal kepadaNya. Hingga tidak tersisa sedikitpun jalan bagi setan.”

Nabi Muhammad saw bersabda :

“Apabila seseorang akan keluar dari rumahnya lalu dia mengucapkan:
(Dengan menyebut nama, aku bertawakkal kepada Allah. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah) maka dikatakan kepadanya saat itu : engkau telah mendapat petunjuk, engkau telah dilindungi dan engkau telah dicukupi. Setan- setan pun akan menjauhinya, dan setan yang lain akan berkata kepada temannya : bagaimana mungkin engkau bisa mengganggu orang itu sedangkan dia telah mendapat petunjuk, kecukupan dan perlindungan.” (HR. Tirmidzi)

Menggapai kecintaan Allah

Allah SWT berfirman:

“Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang- orang yang bertawakkal kepadaNya.” (QS. Ali Imran : 159)

2. Memperoleh Rezeki dari Allah

Rasulullah saw bersabda:

“Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal maka Allah akan menganugerahkan kepada kalian rezeki sebagaimana Allah memberi rezeki kepada seekor burung. Dia terbang pagi hari dalam keadaan lapar dan sore hari datang dalam keadaan kenyang.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Mencapai surga Allah

Allah SWT berfirman:

“Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal- amal yang saleh, Sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat- tempat yang Tinggi di dalam syurga, yang mengalir sungai- sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah Sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal, (yaitu) yang bersabar dan bertawakkal kepada Tuhannya.” (QS.AlAnkabut 58-59)

Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullahu berkata: “Tawakkalnya mereka mengharuskan mereka untuk sangat bergantung kepada Allah serta berbaik sangka kepada Allah untuk merealisasikan cita-cita mereka serta menyempurnakan usaha mereka.”

“Rasulullah bersabda ketika mensifati orang-orang yang masuk surga tanpa hisab tanpa adzab: (yaitu) orang-orang yang tidak meminta untuk diruqyah, tidak menjalankan pengobatan dengan besi panas, tidak mengganggap sial sesuatu dan mereka bertawakkal kepada Allah.” (HR. Bukhari Muslim)

Sungguh keutamaan dan pahala yang luas biasa bagi mereka yang selalu bergantung kepada Allah di kala suka maupun duka dan tidak bergantung kepada manusia.

Rasulullah pernah berwasiat:

“Apabila engkau shalat maka shalatlah seolah-olah shalat perpisahan dan jangan mengucapkan ucapan yang esok hari engkau akan menyesalinya dan jangan bergantung kepada manusia.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr hafidzahullahu berkata:

Di dalam hadis di atas terdapat seruan untuk qana’ah dan menggantungkan hati hanya kepada Allah semata serta betul- betul tidak berharap kepada manusia. Makna jangan berharap kepada manusia kumpulkan hati dan tanamkan di dalamnya untuk berputus asa dari apa yang ada di tangan manusia.

Jangan berharap dari mereka, namun gantungkan semua harapanmu kepada Allah semata. Sebagaimana engkau dengan lisanmu tidak meminta melainkan hanya kepada Allah, tidak memohon kecuali hanya kepadaNya. Maka wajib bagimu untuk tidak berharap kecuali hanya kepada Allah dan engkau berputus asa dari semua (pertolongan) siapapun kecuali pertolongan Allah.

Engkau hilangkan rasa berharap dari semua manusia hingga tidak tersisa kecuali harapan kepada Allah semata. Dan shalat merupakan bentuk ikatan antara dirimu dengan Allah semata. Shalat dapat membantu anda dalam meraih jalan tawakkal ini. Orang yang tidak berharap kepada manusia maka dia akan hidup terhormat dan berwibawa.

Namun barangsiapa yang hidup selalu bergantung kepada manusia maka dia hidup dalam kehinaan dan kerendahan. Barangsiapa yang hatinya selalu bergantung kepada Allah, tidak berharap melainkan hanya kepada Allah, tidak membutuhkan kecuali pertolongan Allah, dia bertawakkal hanya kepada Allah maka Allah akan mencukupi kebutuhannya di dunia maupun di akhirat.

Tinggalkan Balasan

Search