Hanya kepada Allah: Kekuatan di Tengah Kelemahan Manusia

www.majelistabligh.id -

Allah SWT berfirman :

“Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba- hambaNya.” (QS. Az-Zumar : 36)

Allah SWT juga berfirman:

“Dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath-Thalaq : 3)

“Hanya Allah saja yang dapat memberikan taufik, tidak ada sekutu bagiNya.”

Mengapa Berharap Kepada Manusia, Sesangkan Manusia Itu Sewaktu-waktu bisa Mati

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran : 185)

Maka bertawakkallah dan berharaplah kepada Dzat Yang Maha Hidup yang tidak akan pernah mati.

Allah SWT berfirman:

“Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati.” (QS. Al-Furqon : 58)

“Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.”
(QS. Asy-Syarh : 8)

Mengapa Kita Bergantung pada Manusia, Sedangkan Manusia Iitu Lemah, Tidak Memiliki Daya dan Kekuatan

Allah SWT berfirman: “Dan manusia dijadikan bersifat lemah.” (QS. An-Nisa’ : 28)

“Hai manusia, kamulah yang membutuhkan Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (QS. Fathir : 15)

“Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

Mengapa Bersandar kepada Manusia, Sedangkan Manusia Itu Bisa Berubah

Mungkin dulu cinta sekarang benci, dulu memuji sekarang membenci. Hal ini mengingatkan kita kepada kisah seorang sahabat Rasul yaitu Abdullah bin Salaam.

Sebelum masuk Islam, beliau dicintai dan ditokohkan oleh orang Yahudi. Namun ketika beliau masuk Islam maka orang- orang Yahudi langsung membenci dan mencaci makinya. Demikian juga di zaman ini, ketika ada orang yang mengamalkan sunnah Rasulallah terkadang terjadi perubahan drastis pada diri sebagian orang. Pujian jadi cacian, cinta jadi benci sebagaimana perangai orang yahudi. Na’udzu billahi min dzalik.

Mengapa Bergantung pada Manusia, Sedangkan Aada Manusia yang Memiliki Sifat SEPERTI Serigala Berbulu Domba Alias Orang Munafik

Di depan terllihat baik namun menikam dari belakang. Di depan kata-katanya indah dan manis namun dibelakang, dia menggunjing dan menfitnah. Di depan seolah dia membantu, namun di belakang dia musuh dalam selimut.

Allah SWT berfirman :

“Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: Kami telah beriman. dan bila mereka kembali kepada syaitan- syaitan mereka, mereka mengatakan: Sesungguhnya Kami sependirian dengan kamu, Kami hanyalah berolok-olok. Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang ambing dalam kesesatan mereka.” (QS.AlBaqarah 14-15)

Rasulullah saw bersabda:

“Dan engkau dapati manusia yang paling jahat adalah manusia bermuka dua. Dia mendatangi manusia dengan wajah ini dan mendatangi mereka dengan wajah yang lain lagi.” (HR. Bukhari)

Beliau juga bersabda:

“Barangsiapa yang bermuka dua di dunia maka dia akan berlidah dua dari api di hari Kiamat.” (HR. Abu Daud)

Tinggalkan Balasan

Search