Hanya kepada Allah: Kekuatan di Tengah Kelemahan Manusia

www.majelistabligh.id -

Mengapa Berganytung pada Manusia, Sedangkan Mereka Terkadang Hanya Bertemu Di Kala Suka dan Lari Di Kala Dula

Sebagian orang mendekat dikala ada kebutuhan tapi setelah selesai maka dia berkata: Selamat tinggal sobat. Sebagian orang bersahabat ketika seseorang itu memiliki banyak harta dan kedudukan. Tapi menjauh dikala harta dan kedudukan itu mulai menjauh. Ada gula ada semut, air susu dibalas air tuba, mungkin inilah peribahasa yang sesuai dengan mereka.

Dan sungguh indah ungkapan seorang penyair Arab :
“Apabila sedikit hartaku tidak ada yang berteman denganku. Namun ketika bertambah banyak hartaku semua orang berteman denganku.”

“Berapa banyak musuh karena harta mau berteman denganku.
Dan berapa banyak teman karena harta memusuhiku.”

Penyair yang lain berkata:
“Wahai saudaraku, dimanakah janji persaudaraan itu ? Dimanakah hubungan baik kita selama ini ?
Dimanakah bukti yang bisa jadi saksi yang mengkisahkan bahwa engkau adalah sahabat sejati ?”

Setelah sekian lama, baru terungkap kejahatanmu yang tertutupi oleh senyum manismu disaat aku membutuhkanmu.

Engkau tinggalkan aku (dikala duka), dan dulu aku tidak pernah berburuk sangka kepada sahabat- sahabatku.

Wahai saudaraku, andaikata engkau tidak bisa memberiku (harta) sebagaimana orang-orang bakhil itu. Apakah engkau tidak bisa berkata yang indah yang dapat menenangkan jiwaku ?

Penyair yang lain berkata:
“Aku mengajarinya memanah setiap hari
Ketika kuat dia memanahku
Berapa banyak aku mengajarinya bersyair. Ketika dia pandai bersyair dia mengejekku.”

Penyair lain berkata:
“Jika engkau memuliakan orang baik maka dia akan membalas budimu
Dan apabila engkau memuliakan orang jahat maka dia akan durhaka kepadamu”

Maka cukuplah Allah sebagai tempat curahatan hati kita :

“Ya’qub menjawab: Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.”
(QS. Yusuf : 86)

“Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, Maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, Maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.” (QS. Al-An’aam : 17)

“Katakanlah: Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Ali Imran : 26)

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pernah berwasiat :

“Jagalah (agama) Allah pasti Allah akan menjagamu. Jagalah (agama) Allah pasti Allah akan selalu menolongmu. Apabila engkau meminta maka mintalah kepada Allah. Jika engkau memohon pertolongan mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah bahwa seandainya seluruh manusia berkumpul untuk memberikanmu kebaikan, mereka tidak dapat memberimu kebaikan melainkan yang telah Allah takdirkan untukmu. Dan seandainya mereka semua berkumpul untuk memadharatkan dirimu, mereka tidak akan dapat memadharatkan dirimu melainkan yang telah Allah takdirkan atasmu. Telah diangkat pena- pena takdir dan telah kering lembaran lembaran takdir.” (HSR. Tirmidzi)

Untuk mendapatkan update cepat silakan berlangganan di Google News

 

Tinggalkan Balasan

Search