Hardiknas Jadi Momentum Inovasi, UMM Pelopori Integrasi Teknologi dan Riset Terapan

www.majelistabligh.id -

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini menjadi momentum penting bagi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam memperkuat komitmen terhadap dunia pendidikan sekaligus menghadirkan inovasi untuk masa depan.

Dalam upacara yang digelar pada 2 Mei 2025 di Helipad UMM, ribuan sivitas akademika Kampus Putih berkumpul bersama untuk mengikuti seremoni yang penuh semangat dan kekhidmatan.

Rektor UMM, Prof. Nazaruddin Malik menyampaikan, Hardiknas adalah saat yang tepat untuk bersyukur dan merefleksikan peran pendidikan dalam membentuk masa depan bangsa.

Lebih dari sekadar seremoni, momen ini menjadi ajakan untuk menghadirkan energi positif dalam setiap langkah pengabdian, baik kepada persyarikatan Muhammadiyah maupun kepada bangsa Indonesia secara luas.

“Setiap momen penting dalam kehidupan pribadi maupun kebangsaan harus disertai rasa syukur dan kesadaran spiritual, agar kita senantiasa memiliki energi positif untuk terus bekerja dan mengabdi,” tutur Nazaruddin.

Peringatan ini juga dijadikan sebagai ajang penghargaan bagi sivitas akademika yang telah menunjukkan dedikasi dan prestasi luar biasa.

Sejumlah mahasiswa dari Fakultas Hukum, Psikologi, dan Teknik memperoleh apresiasi atas pencapaian akademik dan non-akademik mereka.

Tak hanya itu, para dosen serta tenaga kependidikan yang telah lama mengabdi juga menerima penghargaan khusus, sebagai bentuk penghormatan atas loyalitas dan kontribusi mereka dalam membangun UMM menjadi kampus unggulan.

“Sebagai bagian dari transformasi kelembagaan, UMM menyadari bahwa pendidikan tinggi tidak bisa lepas dari perkembangan teknologi dan dinamika global,” kata Nazaruddin.

Oleh karena itu, dia menegaskan pentingnya langkah konkret dalam menjawab tantangan zaman. Salah satu terobosan strategis yang saat ini sedang digagas adalah pendirian Direktorat Sains dan Teknologi (Saintek), yang akan menjadi unit khusus dalam mengoordinasikan riset-riset terapan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan industri.

Direktorat ini nantinya akan fokus pada empat bidang utama, yakni: pengembangan pangan, energi terbarukan, layanan kesehatan, dan pelestarian lingkungan. Keempat bidang ini dipilih karena dinilai memiliki urgensi tinggi dalam menghadapi tantangan masa depan, baik di level nasional maupun global.

“Konsep ini sebenarnya bukan hal baru. Dalam ilmu pengetahuan, saintek adalah inti, sedangkan ilmu sosial dan humaniora adalah plasmanya. Jika kedua elemen ini bisa bersinergi dengan baik, UMM akan memiliki kekuatan besar untuk tampil lebih unggul,” jelas Nazaruddin.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa UMM telah memulai berbagai pelatihan dasar teknologi digital untuk seluruh program studi.

Salah satunya adalah pengenalan bahasa pemrograman Python sebagai bagian dari literasi digital. Langkah ini menjadikan UMM sebagai pionir di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah dalam hal integrasi teknologi ke dalam sistem pendidikan.

Selain Python, UMM juga terus mengembangkan pemahaman sivitas akademika terhadap teknologi mutakhir seperti artificial intelligence (kecerdasan buatan), metaverse, dan data analytics.

Menurut Nazaruddin, penguasaan teknologi semacam ini adalah modal penting bagi para lulusan agar mampu bersaing di dunia kerja global yang semakin kompetitif.

Tak kalah penting, Prof. Nazaruddin juga menekankan perlunya kesinambungan kepemimpinan di lingkungan kampus.

Dia menyampaikan bahwa transformasi institusi tidak bisa hanya bertumpu pada satu periode kepemimpinan, melainkan harus dibangun di atas fondasi yang kokoh dan dilanjutkan secara estafet oleh generasi selanjutnya.

“Ini demi memastikan bahwa visi besar UMM sebagai universitas yang unggul di tingkat nasional dan internasional tetap konsisten dijalankan,” papar dia.

Upacara Hardiknas kali ini menjadi simbol nyata dari komitmen UMM untuk terus bergerak maju. Dengan semangat pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, UMM berusaha menghadirkan kontribusi yang signifikan dan relevan dalam mendukung kemajuan bangsa. Nilai-nilai Muhammadiyah terus menjadi landasan moral dan spiritual dalam setiap kebijakan dan inovasi yang diambil.

Melalui terobosan seperti pendirian Direktorat Saintek dan integrasi teknologi digital ke dalam kurikulum, UMM menunjukkan bahwa Hardiknas bukan hanya perayaan simbolik, melainkan panggilan untuk terus melayani dan membangun peradaban melalui ilmu pengetahuan. (wh)

Tinggalkan Balasan

Search