Hari Bumi 2025: Dakwah Tak Cukup di Mimbar, Tapi Juga Lewat Saklar!

*) Oleh : Andi Hariyadi
Ketua Majelis Pustaka, Informatika, dan Digitalisasi PDM Surabaya
www.majelistabligh.id -

Tugas dakwah Islam tidak terbatas hanya di dalam masjid bersama jamaahnya, tetapi perlu diperluas ke berbagai persoalan kehidupan yang urgen dan vital untuk menjadi perhatian bersama.

Dengan demikian, dakwah yang kita lakukan akan memiliki kebermaknaan, tidak hanya pada tataran teologis-spiritual, tetapi juga menjangkau ranah sosial dan kultural.

Keberagamaan kita pun hendaknya tidak eksklusif dan acuh terhadap persoalan-persoalan kekinian. Sebaliknya, mari kita tampil inklusif dan responsif dengan memberikan solusi yang konkret. Ketika kita peduli terhadap dinamika kehidupan, maka keimanan kita akan semakin kuat dan bermakna.

Karena luasnya cakupan dakwah, dibutuhkan strategi yang tepat dengan hadirnya sosok-sosok yang penuh keteladanan dan senantiasa berada di garda terdepan dalam memberikan solusi yang relevan.

Demikian pula pada peringatan Hari Bumi, 22 April 2025, yang mengangkat tema “Our Power, Our Planet” atau “Energi Kita, Planet Kita”. Tema ini menyoroti persoalan global yang sangat penting saat ini: energi.

Masalah energi menjadi isu sentral karena penggunaannya berkaitan erat dengan aspek politik, ekonomi, budaya, agama, kemanusiaan, dan lainnya. Semua aspek ini tak bisa dilepaskan dari bagaimana kita memanfaatkan energi.

Momen Hari Bumi diharapkan menjadi refleksi sejauh mana penggunaan energi selama ini turut berkontribusi terhadap kerusakan planet tempat kita tinggal. Allah SWT telah mengingatkan kita dalam firman-Nya, QS Al-Baqarah ayat 11:

“Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: Sesungguhnya kami justru orang-orang yang mengadakan perbaikan.”

Ayat ini sangat tepat menggambarkan perilaku manusia yang sebenarnya merusak, tetapi tetap beralasan seolah-olah sedang memperbaiki. Mereka menolak peringatan tanpa menyadari dampak dari perilakunya.

Sebagai orang beriman, ayat ini menjadi pelajaran berharga agar kita selalu bersyukur atas nikmat dan karunia Allah SWT dengan menggunakannya secara bijak dan tepat.

Sudah saatnya kita mengevaluasi diri, khususnya dalam penggunaan energi. Pertanyaannya sederhana: apakah di rumah kita sudah berhemat energi, atau justru masih melakukan pemborosan? Begitu pula di masjid, sekolah, rumah sakit, dan tempat lainnya.

Di India, peringatan Hari Bumi pada 22 April 2025 ditandai dengan imbauan untuk memadamkan listrik selama lima menit.

Aktivitas sederhana ini menyimpan pelajaran penting, khususnya bagi kesadaran kita dalam menggunakan energi listrik secara bijak.

Memang kita mampu membayar tagihan listrik setiap bulan, tetapi pertanyaannya: apakah kita sudah memiliki kesadaran untuk benar-benar menggunakan listrik secara cerdas? Sudahkah kita mengedukasi keluarga dan jamaah kita mengenai hal ini?

Selama ini, jaringan listrik kita dipasok dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menggunakan batu bara—sumber energi yang tidak terbarukan dan mencemari lingkungan. Padahal, ada banyak sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan seperti cahaya matahari, angin, air, dan lainnya.

Selamat Hari Bumi. Mari berdakwah dengan cerdas, mari hemat energi. (*)

Tinggalkan Balasan

Search