Memasuki penghujung Hari Tasyrik, jemaah haji Indonesia yang memilih nafar awal mulai bersiap meninggalkan Mina. Proses ini menjadi bagian penting dalam penataan akhir ibadah haji 2025. Sejak wukuf di Arafah pada Kamis (5/6), bermalam di Muzdalifah, hingga melempar jumrah mulai Jumat (6/6), kini tibalah saatnya untuk transisi kembali ke Makkah.
Menurut Kepala Satuan Operasional Armuzna, Kolonel Laut Harun Ar Rasyid, sweeping tenda akan dilakukan secara menyeluruh oleh petugas sektor ad-hoc mulai malam ini, Ahad (8/6/2025) atau 12 Zulhijah. Tindakan ini bertujuan memastikan tidak ada jemaah maupun barang yang tertinggal di area tenda Mina.
“Mulai malam nanti, sektor ad-hoc akan menyisir seluruh tenda jemaah, memastikan tidak ada yang tertinggal, baik jemaah maupun barang-barang,” ujar Harun di Pos Komando Mina.
Petugas juga akan mengumpulkan barang-barang yang tertinggal—seperti koper atau alat kesehatan—untuk kemudian dikembalikan melalui sektor dan Daker masing-masing. Upaya ini bukan hanya bentuk pelayanan, tapi juga wujud amanah dan tanggung jawab terhadap kelancaran ibadah para jemaah.
Proses pengosongan tenda bukan sekadar aktivitas teknis. Ia mencerminkan bagaimana ibadah haji ditutup dengan kerapian dan tanggung jawab. Harun menegaskan bahwa seluruh petugas telah dikoordinasikan sejak awal untuk memastikan akhir layanan haji di Mina berlangsung lancar dan tanpa insiden.
“Kami ingin memastikan bahwa proses akhir ini berjalan tertib dan tanpa insiden. Koordinasi sudah kami siapkan sejak hari pertama di Mina,” jelasnya.
Sesuai jadwal resmi Kementerian Agama, batas akhir jemaah meninggalkan Mina dalam kategori nafar awal adalah sebelum matahari terbenam hari ini (sekitar pukul 18.45 WAS atau 22.45 WIB). Jemaah yang belum meninggalkan Mina setelah waktu tersebut akan masuk dalam kategori nafar tsani dan diwajibkan melaksanakan lempar jumrah pada hari ketiga tasyrik, yaitu Senin (9/6/2025).
Proses sweeping dan pembersihan tenda ini juga bertujuan menyiapkan logistik serta akomodasi untuk kepulangan jemaah ke Makkah dan selanjutnya ke Tanah Air. Di tengah kelelahan fisik dan suasana spiritual yang masih terasa kuat, pengaturan ini adalah bagian dari ikhtiar untuk menyempurnakan rangkaian ibadah haji.
“Fokus kita hari ini adalah evakuasi tertib dan memastikan semua tenda kosong sebelum malam tiba,” pungkas Harun. (afifun nidlom)
