Rangkaian rihlah dakwah Majelis Tabligh Pimpinan Wilyaha Muhammadiyah (PWM) di Semarang mencapai puncaknya dengan penuh khidmat di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), pada Ahad (9/2/2025).
Setelah menjelajahi berbagai destinasi wisata religi dan ikon sejarah di Kota Lumpia, rombongan para ustaz memilih masjid megah ini sebagai penutup perjalanan mereka.
Dengan arsitektur khas Timur Tengah yang menyerupai Masjid Nabawi di Madinah, masjid ini menawarkan suasana religius yang menenangkan sekaligus penuh makna.
MAJT bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga simbol perpaduan budaya dua negara—Jawa dan Timur Tengah. Keindahan bangunannya berpadu dengan nilai-nilai sejarah yang memancarkan ketenangan bagi siapa pun yang berkunjung.
Salah satu ciri khasnya adalah atap lipat yang ditopang oleh empat tiang kokoh, mirip dengan yang terdapat di Masjid Nabawi.
Saat hujan turun, lipatan atap menyerupai payung ini dapat difungsikan untuk melindungi jamaah. Selain itu, dinding-dindingnya dihiasi kaligrafi bernuansa Islami, semakin mempertegas nuansa sakral yang menyelimuti masjid ini.
Memasuki pelataran masjid, pengunjung disambut oleh hamparan halaman luas dengan lantai berlapis marmer putih yang terasa sejuk di bawah kaki. Hiasan lampu-lampu klasik semakin memperindah suasana saat senja mulai menjelang.

Tiupan angin yang berhembus lembut menambah ketenangan hati bagi siapa pun yang berdiri di halaman masjid, menikmati keagungan bangunan yang menjulang tinggi.
Ketika waktu zuhur menjelang, rombongan Majelis Tabligh PWM Jatim segera menuju tempat wudu yang terletak di lorong bawah masjid. Air yang mengalir dari pancuran wudu terasa sejuk, memberikan kesegaran sebelum menunaikan ibadah.
Ratusan jamaah dengan semangat memenuhi saf-saf yang tersusun rapi, bersiap melaksanakan salat berjamaah. Alunan azan zuhur dengan nagham Kurdi berkumandang, menggema hingga ke seluruh penjuru masjid.
Suara merdu tersebut tidak hanya memanggil para jamaah, tetapi juga menarik perhatian pengunjung dari berbagai daerah yang sedang berwisata religi.
Usai salat zuhur, para pengunjung menyebar ke berbagai sudut masjid, mengagumi keindahan ornamen dan arsitektur yang megah.
Salah satu daya tarik utama adalah miniatur Al-Qur’an berukuran 145 cm x 95 cm yang terbungkus kaca di dekat pintu utama. Ukiran kaligrafi pada bingkainya begitu detail, mencerminkan keindahan seni Islam yang sarat makna.
Pengunjung berbondong-bondong mengabadikan momen dengan ponsel mereka, menjadikan masjid ini tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai destinasi religi yang menarik bagi para pecinta fotografi dan konten kreator.

Di antara rombongan, seorang mubalig muda bernama Ustaz Chulil Barory tampak sibuk membuat konten dakwah. Dengan gaya santainya yang khas, ia menyampaikan pesan inspiratif yang kerap viral di media sosial.
“Kalau di masjid, bisa mengumpulkan seratus jamaah saja sudah luar biasa. Tapi dengan media sosial, ribuan orang bisa mendengarkan pesan kita,” ujarnya sambil merekam video.
Ia kemudian menambahkan pesan singkat namun bermakna, “Jika urusan Anda sulit menemukan solusi, maka perbaikilah salat Anda.” Dalam hitungan menit, video tersebut mendapat banyak respons positif dari pengikutnya yang terinspirasi untuk memperbaiki kualitas ibadah mereka.
Tidak hanya bagi para jamaah dan dai, Masjid Agung Jawa Tengah juga menjadi tempat favorit bagi keluarga yang ingin mengenalkan nilai-nilai Islam kepada anak-anak mereka.
Di pelataran masjid, tampak keceriaan anak-anak yang bermain riang, ditemani orang tua yang sesekali mengambil foto untuk kenang-kenangan.
Sejumlah pedagang kecil di sekitar area masjid menjajakan suvenir Islami, mulai dari tasbih, peci, hingga buku-buku keagamaan yang menarik perhatian pengunjung.
Salah seorang pengunjung dari Surabaya mengungkapkan kesannya, “Rasanya seperti sedang berada di Madinah, tetapi dengan sentuhan Jawa yang sangat terasa.”
Ia tak henti-hentinya mengagumi struktur bangunan yang megah sekaligus suasana religius yang begitu kental di setiap sudut masjid.
Bagi Ustaz Chulil, masjid ini memiliki atmosfer yang berbeda dan memberikan inspirasi tersendiri dalam dakwahnya.
“Ada vibe yang beda di sini. Rasanya semangat buat sharing konten ke teman-teman di media sosial semakin besar,” katanya sambil tersenyum.
Keindahan MAJT tidak hanya terletak pada bangunannya yang megah, tetapi juga pada kehidupan keagamaannya yang begitu hidup.
Harmoni antara arsitektur Timur Tengah dan Jawa klasik menciptakan daya tarik unik bagi siapa saja yang datang.
Dengan segala keindahan dan nilai spiritualnya, masjid ini menjadi penutup sempurna bagi perjalanan Majelis Tabligh PWM Jatim di Semarang.
Lebih dari sekadar tempat ibadah, Masjid Agung Jawa Tengah adalah simbol kebersamaan, religi, dan budaya yang menawarkan pengalaman spiritual yang tak terlupakan. (m. roisuddin)
Untuk mendapatkan update cepat silakan berlangganan di Google News
