Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Ada tiga doa yang dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala—yang tidak diragukan tentang terkabulnya doa-doa ini—yaitu: doa kedua orang tua terhadap anaknya, doa orang yang sedang dalam perjalanan (musafir), dan doa orang yang didzalimi.” (HR. Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Abu Dawud, dan Tirmidzi)
Hadis yang agung ini memberikan pelajaran penting tentang kekuatan doa, terutama ketika keluar dari hati yang tulus dalam kondisi-kondisi tertentu.
Ada tiga kelompok manusia yang doanya memiliki keistimewaan di sisi Allah, dan termasuk dalam kategori yang mustajab, yaitu sangat besar kemungkinan dikabulkan oleh Allah Ta’ala.
Pelajaran yang dapat diambil dari hadis ini:
-
Doa orang yang dizalimi
Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan keistimewaan kepada doa orang yang dizalimi. Bahkan jika doa itu berupa permohonan keburukan terhadap orang yang menzaliminya, maka Allah pun berjanji akan mengabulkannya. Ini adalah bentuk keadilan Allah yang sempurna. Tak hanya itu, doa seorang yang dizalimi agar ditolong dan dibebaskan dari kezaliman pun akan didengar dan diijabah. Oleh karena itu, berhati-hatilah terhadap keluh kesah dan tangis orang yang kita sakiti, karena keluhan mereka akan langsung naik ke langit tanpa hijab. -
Peringatan bagi para pelaku kezaliman
Wahai orang-orang yang gemar berbuat zalim! Takutlah kepada azab Allah. Ingatlah bahwa ancaman Allah dan Rasul-Nya bukanlah omong kosong.Azab yang pedih telah disiapkan bagi siapa saja yang berlaku zalim di dunia ini, bahkan sebelum azab akhirat menimpanya. Hentikanlah kezalimanmu! Jangan kau kira kekuasaan, kedudukan, atau harta dapat menyelamatkanmu dari murka Allah.
Ketahuilah, ketika engkau menzalimi orang lain demi ambisimu, engkau tidak hanya sedang menciptakan luka pada manusia, tapi juga sedang menantang keadilan Ilahi. Tiada yang lebih berat daripada doa orang yang teraniaya. Jangan pernah remehkan keluhannya, meski hanya dengan isakan atau tatapan sedihnya.
-
Tema yang berkaitan dalam Al-Qur’an
Al-Qur’an dengan tegas mengecam kezaliman dan pelakunya. Salah satu ayat yang sangat relevan adalah firman Allah dalam Surah An-Nisa ayat 148:“Allah tidak menyukai ucapan buruk (yang diucapkan) secara terang-terangan kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. An-Nisa: 148)
Dalam ayat ini, Allah mengizinkan orang yang dizalimi untuk mengungkapkan kezaliman yang ia alami. Hal ini merupakan bentuk kasih sayang dan keadilan Allah terhadap hamba-hamba-Nya yang teraniaya.
Jumat adalah hari penuh berkah. Mari jadikan hari ini sebagai momentum untuk membersihkan hati dari niat-niat jahat dan keinginan menzalimi sesama. Jangan biarkan hawa nafsu, dendam, atau ambisi duniawi membuat kita menutup mata terhadap kebenaran.
Ingatlah bahwa setiap kezaliman akan berbuah penyesalan. Dan tidak ada tempat yang aman bagi pelaku zalim, kecuali dengan bertaubat dan meminta maaf kepada orang yang disakitinya.
Wahai para penzalim, sadarlah sebelum terlambat. Insaflah, dan hentikan kezalimanmu. Masih ada waktu untuk memperbaiki diri dan memohon ampun kepada Allah serta meminta maaf kepada mereka yang telah engkau aniaya. Karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun, tetapi manusia yang dizalimi belum tentu mudah melupakan.
Semoga kita semua termasuk orang-orang yang menjauhi kezaliman, menjadi hamba yang adil, dan gemar mendoakan kebaikan bagi sesama. (*)
