Hawa Nafsu: Kendalikan atau Tersesat dalam Kemudaratan

www.majelistabligh.id -

Dorongan hawa nafsu memang bisa kemana-mana ketika seseorang tidak bisa menguasainya dan mengendalikannya.

Allah Subhanallahu Wa Ta’ala berfirman: “(Yusuf berkata),” Dan aku Tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yusuf : 53)

Hawa nafsu bisa menjelma dalam wujud pikiran, logika, perasaan, tradisi atau fanatisme golongan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah mewanti-wanti bahwa di antara umat ini ada yang beragama menurut selera hawa nafsunya. Beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Sungguh barangsiapa yang masih hidup sepeninggalku dia akan melihat perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian (ketika mendapati percekcokan itu) berpegang teguh dengan sunnahku (cara beragamaku) dan sunnah para Khulafa’ Ar-Rasyidin Al-Mahdiyyin sepeninggalku, gigitlah sunnah- sunnah itu dengan gigi-gigi gerahammu. Dan berhati-hatilah kalian dari perkara yang diada-adakan dalam beragama, karena setiap perkara bid’ah itu sesat.” (HR. Abu Dawud 4607 At-Tirmidzi 2676 shahih, dishahihkan Syaikh Nashir Shahihul Jami (2546)

Al-Imam Al-Husain bin Mas’ud Al-Baghawi Asy-Syafii rahimahullah berkata: “Di sini ada isyarat dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam akan munculnya bid’ah- bid’ah dan pemahaman-pemahaman yang didorong oleh hawa nafsu dan Allah yang lebih mengetahuinya, maka beliau perintahkan umatnya agar berpegang teguh dengan cara beragama beliau dan cara beragama para shahabatnya.” (Syarhus Sunnah 1/142)

Banyak kejadian yang tidak kita kehendaki terjadi karena manusia selalu mengikuti nafsunya.

Contoh :

Ada yang karena tidak sepaham dengannya…. Pengajian dibubarkan dengan alasan yang dicari-cari untuk pembenarannya.

Mengapa ini bisa terjadi ?

Karena orang tersebut telah dikuasai oleh nafsunya entah karena tidak sepaham, bukan golongannya, takut tersaingi, terancam pengaruhnya dan lain sebagainya.

Allah Subhanallahu Wa Ta’ala berfirman: “Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti keinginannya tanpa mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun ? Sungguh Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Qashash : 50)

Banyak terjadi permasalahan (perselisihan) yang diselesaikan dengan logika manusia yang sesungguhnya sangat terbatas dan dibayang bayangi oleh nafsunya yang berujung keributan karena hanya kepentingannya sendiri yang diutamakan ; padahal Allah Subhanallahu Wa Ta’ala telah menyeruhkan…..bila terjadi berlainan pendapat kembalikan kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Allah Subhanallahu Wa Ta’ala berfirman: “Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an l) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar- benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An-Nisa’ : 59)

Sudah jelas perintahNya tetapi banyak dari kita yang masih menyelisihiNya , karena apa ?.
Jawabannya karena mengikuti hawa nafsunya.

Bagaimana kelanjutannya ?

Allah Subhanallahu Wa Ta’ala berfirman: “Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti keinginannya menghendaki agar kamu berpaling (dari kebenaran) sejauh- jauhnya.” (QS. An-Nisa’ : 27)

“Sekiranya engkau mengikuti keinginan (nafsu) mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka tidak ada yang melindungi dan yang menolong engkau dari (siksaan) Allah.” (QS. Ar-Ra’d : 37)

“Dan seandainya kebenaran itu menuruti keinginan (hawa nafsu) mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini serta semua yang ada didalamnya. Bahkan kami telah memberikan peringatan kepada mereka, tetapi mereka berpaling dari peringatan itu.” (QS.Al-Mukminun:71)

Allah Subhanallahu Wa Ta’ala sudah menyeruh kepada kita (manusia) tetapi banyak yang mengabaikannya….
buktinya masih banyak terjadi kesewenang-wenangan di tengah-tengah kita yang dilakukan oleh manusia, lebih- lebih yang merasa golongannya banyak dan merasa paling benar.

Bagaimana dengan mereka yang menahan hawa nafsunya ?

Bagi mereka Allah akan memberi kemuliaan, sebagaimana firman-Nya: “Dan adapun orang- orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh Surgalah tempat tinggalnya.” (QS.An-Nazi’at40-41)

Semoga Allah Subhanallahu wa ta’ala memberi iman dan takwa yang dengannya bisa menjaga dari nafsu kita dan karenanya kita bisa menjadi penghuni surga-Nya. Aamiin.

“Barang siapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan maka Allah jadikan dia faham dalam urusan agamanya.”
(HR Bukhari Muslim )

Kebenaran milik Allah Subhanallahu Wa Ta’ala dan kesalahan adalah perbuatan manusia oleh karena itu apabila ada yang salah mohon dimaafkan. (*)

Tinggalkan Balasan

Search