*)Oleh: Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
Hidup itu menunggu waktu salat adalah sebuah idiom yang populer di kalangan umat IsIam. Ungkapan ini mengandung makna bahwa hidup di dunia ini pada hakikatnya adalah menunggu datangnya waktu salat, dan setelah itu menunggu kematian.
Salat adalah ibadah wajib bagi umat IsIam yang memiliki waktu-waktu tertentu. Menunggu waktu salat berarti mempersiapkan diri untuk menunaikan kewajiban tersebut dengan sebaik-baiknya, baik secara fisik maupun mental. Ini juga mencerminkan kesadaran akan pentingnya ibadah dan keteraturan dalam menjalankan perintah agama.
Kematian adalah peristiwa yang pasti dialami oleh setiap manusia. Ungkapan ini mengingatkan hidup di dunia hanyalah sementara dan akan berakhir. Menunggu kematian berarti mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat dengan beramal saleh dan meningkatkan ketakwaan.
Selain menunggu waktu salat dan kematian, hidup juga diisi diisi dengan berbagai aktivitas lain. seperti bekerja, berinteraksi dengan keluarga, dan sebainya. Namun, semua aktivitas dianggap sebagai selingan yang seharusnya tidak melalaikan dari tujuan utama hidup, yaitu beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mempersiapkan diri untuk akhirat.
Selain itu, ada juga orang Islam yang meremehkan waktu salat. Siapa dia? Dia adalah seorang wanita yang sudah selesai masa haidnya, namun tidak segera bersuci, sehingga melewatkan waktu salatnya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِا لصَّلٰوةِ وَا صْطَبِرْ عَلَيْهَا ۗ لَا نَسْــئَلُكَ رِزْقًا ۗ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَا لْعَا قِبَةُ لِلتَّقْوٰى
“Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan sholat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.”
(QS Ta-Ha 20: 132)
Meninggalkan salat karena bekerja tidak menjadikan rezeki bertambah, meninggalkan pekerjaan karena salat tidak akan mengurangi rezeki yang diberikan oleh Allah, karena sejatinya rezeki sudah ada takarannya.
Karena itu jangan sampai kita terlena, menelantarkan waktu salat. Orang yang bertakwa adalah orang yang bisa menimbang apa pun sebelum melangkah. Apa yang bisa mendatangkan pahala, dan apa yang hanya akan mendatangkan dosa.
Secara keseluruhan, ungkapan ini ungkapan mengajarkan umat Islam, untuk menjadikan salat seb akan selalu mengingat kematian sebagai pengingat untuk berbuat kebaikan dan meningkatkan ketakwaan.
Semoga bermanfaat. (*)
