Pernahkah Anda merasa bingung bagaimana cara menjadi pribadi yang lebih baik? Jawabannya sebenarnya sudah ada sejak 1.400 tahun yang lalu. Sebagai umat Muslim, kita memiliki sosok teladan sempurna, yaitu Nabi Muhammad SAW.
Meneladani Rasulullah bukan berarti kita harus hidup persis di zaman dulu, melainkan menghidupkan nilai-nilai kebaikannya dalam aktivitas kita saat ini, mulai dari cara kita berbicara hingga cara kita bekerja.
Berikut adalah empat sifat utama Rasulullah (Sifat Wajib bagi Rasul) yang bisa kita terapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari:
Shiddiq (Jujur dan Benar): Di zaman media sosial yang penuh dengan berita bohong (hoax), sifat jujur menjadi sangat mahal. Rasulullah tidak pernah berbohong, bahkan saat bercanda sekalipun.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa menerapkannya dengan sikap berani berkata jujur. Tidak melebih-lebihkan cerita agar terlihat keren, dan mengakui kesalahan jika kita memang berbuat salah di tempat kerja atau di rumah.
Amanah (Dapat Dipercaya): Amanah bukan hanya soal urusan menitipkan barang. Amanah adalah tentang tanggung jawab. Rasulullah dijuluki Al-Amin (yang terpercaya) bahkan oleh musuh-musuhnya.
Kita dapat meniru sifat Rasulullah ini dan menggunakannya dalam hidup sehari-hari berupa menyelesaikan tugas kantor tepat waktu, menjaga rahasia teman yang bercerita, dan memenuhi janji yang sudah dibuat. Ingat, waktu juga merupakan amanah yang harus kita gunakan dengan bijak.
Tabligh (Menyampaikan Kebaikan): Rasulullah selalu menyampaikan kebenaran demi kebaikan umat. Dalam konteks kita, ini adalah tentang bagaimana kita berkomunikasi.
Penerapan sifat tabligh dalam keseharian dapat diwujudkan dengan menggunakan kata-kata yang santun saat berbicara, tidak menyebarkan berita yang belum tentu benar, dan saling menasihati dalam kebaikan dengan cara yang lembut, bukan dengan menghakimi.
Fathanah (Cerdas dan Bijaksana)
Rasulullah adalah sosok yang sangat cerdas dalam mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah (problem solver). Beliau selalu berpikir jauh ke depan.
Agar dapat menerapkan sifat Fathanah, kita wajib mau belajar hal-hal baru, tidak malas membaca, dan tenang dalam menghadapi masalah. Orang yang cerdas menurut teladan Nabi adalah mereka yang bisa menahan emosi dan mencari solusi terbaik bagi semua pihak.
Tips Memulai Hari dengan Sunnah Sederhana
Selain empat sifat di atas, kita bisa mulai meneladani kebiasaan lainnya dari beliau yang luar biasa dampaknya:
Tersenyum: Beliau dikenal sebagai pribadi yang paling sering tersenyum kepada siapa pun.
Mendahulukan Tangan Kanan: Saat makan, minum, atau memakai pakaian.
Menghargai Orang Lain: Mendengarkan orang bicara dengan penuh perhatian tanpa memotong pembicaraan.
Meneladani Rasulullah tidak harus dimulai dengan hal-hal besar yang berat. Mulailah dari kejujuran dalam lisan dan keramahan dalam sikap. Dengan mengikuti jejak beliau, hidup kita tidak hanya menjadi lebih tenang, tetapi juga menjadi berkah bagi orang-orang di sekitar kita.(*)
