Hijrah Karena Allah, Gantinya Tak Terhingga

*) Oleh : Ferry Is Mirza DM
www.majelistabligh.id -

Jumat Mubarak

Hijrah bukan sekadar berpindah tempat, mengubah kebiasaan, atau menanggalkan masa lalu. Lebih dari itu, hijrah adalah sebuah perjalanan spiritual menuju rida Allah, sebuah upaya tulus meninggalkan segala yang buruk menuju kebaikan yang diridhai-Nya.

Bagi siapa pun yang jujur dan ikhlas dalam hijrahnya, Allah janjikan balasan yang begitu indah: ketenangan jiwa, keluasan rezeki, dan keberkahan hidup yang tak disangka-sangka.

Memang, hijrah bukan perkara mudah. Ia adalah ujian untuk membuktikan kejujuran niat: apakah seseorang benar-benar meninggalkan sesuatu karena Allah, atau hanya karena tren sesaat, tekanan lingkungan, atau motif duniawi lainnya.

Namun, kesulitan dan rasa berat itu tidak akan bertahan lama. Jika seseorang mau bersabar sejenak saja, maka ia akan merasakan bahwa rasa pahit itu lambat laun berubah menjadi manis. Kesusahan akan menjadi kenikmatan. Air mata perjuangan akan menjadi mutiara yang berharga.

Dalam Al-Qur’an, Allah Ta’ala menegaskan keutamaan hijrah:

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.” (QS. An-Nisaa: 100)

Ayat ini menegaskan bahwa bumi Allah itu sangat luas, dan rezeki-Nya pun melimpah. Tidak ada alasan untuk takut kehilangan dunia ketika kita meninggalkannya demi Allah. Justru, siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, Allah akan menggantinya dengan yang jauh lebih baik.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad, no. 22565)

Hijrah yang benar adalah hijrah yang dilandasi ilmu dan niat yang tulus karena Allah semata. Niat adalah pondasi utama.

Tanpa niat yang ikhlas, amal sekecil apa pun tak akan bernilai di sisi-Nya. Maka, sebelum melangkah dalam hijrah, pastikan hati telah bersih dan siap melangkah semata-mata karena Allah, bukan karena ingin dipuji atau mendapat perhatian manusia.

Ketika hijrah dilandasi ilmu, maka langkah-langkahnya akan menjadi jelas. Ia tahu ke mana ia menuju, apa yang ia tinggalkan, dan mengapa ia melakukannya.

Ia tidak akan goyah saat diuji, tidak mudah terombang-ambing oleh bujukan dunia, dan tidak cepat kembali ke masa lalunya. Sebab ia yakin, bahwa tujuan akhirnya adalah Allah.

Dalam proses hijrah, tidak cukup hanya dengan niat dan usaha. Hati ini lemah, dan mudah berbolak-balik. Maka, memohon pertolongan Allah adalah langkah penting agar hijrah kita tetap istikamah.

Berikut beberapa doa yang sangat dianjurkan untuk diamalkan:

1. Doa agar hati tetap istikamah:

“Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wa hab lanaa mil ladunka rahmatan, innaka Antal-Wahhaab.”

“Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu; sesungguhnya Engkaulah Zat yang Maha Pemberi karunia.”
(QS. Ali Imran: 8)

2. Doa agar hati diteguhkan dalam agama:

“Yaa Muqallibal Quluub, tsabbit qalbiy ‘alaa diinika.”

“Wahai Zat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
(HR. At-Tirmidzi, no. 3522)

Hijrah adalah perjalanan panjang menuju Allah, dan setiap langkahnya penuh berkah jika disertai niat yang benar. Jangan takut dengan perubahan.

Jangan gentar dengan ujian. Di balik semua itu, ada cahaya petunjuk dan curahan rahmat yang telah Allah siapkan bagi hamba-hamba-Nya yang sungguh-sungguh ingin dekat kepada-Nya.

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang istiqamah dalam hijrah, dan menutup hidup kita dalam keadaan husnul khatimah. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin. (*)

Tinggalkan Balasan

Search