Kajian rutin Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krian mengangkat tema menarik tentang fungsi hipotalamus yang diibaratkan sebagai “antena manusia” dengan Allah.
Kegiatan ini berlangsung di Masjid Al-Hidayah, Dusun Kalangan, Desa Jatikalang, Krian, Sidoarjo, yang merupakan amal usaha PRM Jatikalang, pada Ahad (27/7/2025).
Kajian bulanan tersebut menghadirkan dr. Tjatur Prijambodo, M.Kes, Ketua Majelis Pembinaan Kesehatan (MPKU) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya.
Dalam ceramahnya, dia menekankan bahwa niat baik bukan hanya bernilai pahala, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan melalui peran hipotalamus di otak manusia.
Tjatur membuka ceramah dengan QS Al-Mujadalah ayat 11:
يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
“Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Dia juga mengutip hadis tentang niat:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ
“Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung pada niat.”
Tjatur menjelaskan, ketika seseorang memiliki niat baik, hipotalamus, bagian kecil otak yang berada di bawah talamus dan di atas kelenjar pituitari, akan memerintahkan seluruh jaringan tubuh seperti jantung, paru-paru, dan aliran darah untuk tetap sehat.
“Kalau sejak Jumat kita sudah berniat menghadiri kajian Ahad, maka selama tiga hari itu hipotalamus menjaga tubuh agar sehat hingga niat terlaksana,” jelasnya.
Sebaliknya, niat jahat akan memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol, adrenalin, dan hormon tiroid, yang membuat perut terasa mulas, jantung berdebar, dan tubuh gemetar.
Namun, jika niat jahat itu dibatalkan, kondisi tubuh akan kembali normal.
Sejak pagi, Masjid Al-Hidayah tampak dipadati jamaah dari berbagai PRM se-Kecamatan Krian.
Mereka terdiri dari guru, karyawan Amal Usaha Muhammadiyah dan ’Aisyiyah, serta simpatisan.
Beberapa di antaranya berasal dari SD Muhammadiyah 1 Krian (Sakri), SD Muhammadiyah 2 Krian (Mukrida), SMP Muhammadiyah 6 Krian (SMP Meka), dan SMK Pemuda Krian (Smedaka).
Sekretaris PCM Krian Muh. Mu’ad Sahlan, S.Pd, M.Pd, menyebutkan hampir seluruh pengurus harian hadir, kecuali Ketua PCM Krian Emil Muhtar, S.Kom. yang sedang mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Sistem absensi menggunakan laptop dan tiga gadget di pintu masuk. “Silakan mengisi link daftar hadir terlebih dahulu. Jika tidak absen, nggak berhak mendapatkan konsumsi,” kelakar M. Adam Ramadhan, S.Pd, Sekretaris Majelis Tabligh PCM Krian.
Di akhir ceramah, Tjatur menyoroti dampak buruk penggunaan gadget berlebihan yang bisa menimbulkan “brainrot”, yakni penurunan fungsi mental akibat terlalu banyak mengonsumsi konten ringan di media sosial.
Sebagai solusi, dia mengenalkan konsep Room of Twenity. “Setelah melihat medsos selama 20 menit, alihkan pandangan sejauh 20 inch (6 meter) selama 20 menit ke area hijau atau tanaman,” ujarnya.
Kajian rutin ini ditutup dengan doa bersama dan diikuti antusias oleh jamaah hingga memenuhi halaman masjid. (basirun)
