Ribuan umat Muslim dari berbagai wilayah di Rusia dan dari berbagai negara di dunia berkumpul dalam acara Iftar Nasional ke-14, yang digelar di Kazan Expo International Exhibition Centre, Republik Tatarstan, Rusia, Sabtu (14/3/2026).
Seperti yang dilaporkan viory, sekitar 8.000 orang menghadiri kegiatan berbuka puasa bersama yang menjadi salah satu agenda Ramadan terbesar di kawasan tersebut. Suasana acara memperlihatkan para jemaah terlebih dahulu melaksanakan salat maghrib sebelum berkumpul di meja-meja panjang untuk menikmati hidangan berbuka puasa.
Momen tersebut menandai kebersamaan umat Islam yang datang dari berbagai latar belakang budaya dan negara.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Republik Tatarstan, Rustam Minnikhanov, bersama sejumlah tokoh agama, pejabat, dan perwakilan diplomatik dari berbagai negara. Mufti Tatarstan, Kamil Samigullin, mengatakan bahwa kehadiran tamu dari berbagai wilayah dan negara menunjukkan luasnya jaringan persaudaraan umat Islam yang terjalin melalui kegiatan tersebut.
Ia menambahkan, acara tersebut dihadiri berbagai perwakilan internasional, termasuk dari Kedutaan Uni Emirat Arab dan Qatar, para konsul, serta delegasi dari Ingushetia dan Dagestan.
“Kehadiran peserta tidak hanya dari berbagai wilayah Rusia, tetapi juga dari banyak negara di dunia, mencerminkan luasnya persaudaraan umat Islam yang berkumpul dalam momentum iftar tersebut,” tegasnya.
Kehadiran berbagai delegasi ini menunjukkan, acara iftar tersebut tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan lokal, tetapi juga ajang mempererat hubungan antar komunitas Muslim internasional.

Para peserta menggambarkan suasana acara yang hangat dan ramah. Banyak tamu asing yang merasa diterima dengan baik dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa asal Mali, Diko Dula, mengungkapkan rasa senangnya dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Ini adalah pertemuan yang sangat ramah, dan kami senang bahwa sebagai orang asing kami bisa beradaptasi dan berintegrasi dalam masyarakat. Kami sangat senang,” ujarnya.
Ia juga menambahkan suasana yang dirasakan sangat akrab. “Kami merasa seperti di rumah sendiri. Seolah-olah kami benar-benar sedang berada di rumah kami,” katanya.
Menurut Administrasi Spiritual Muslim Tatarstan, panitia menyiapkan sekitar 1.700 meja untuk para tamu yang menghadiri acara tersebut. Berbagai hidangan khas turut disajikan dalam acara berbuka puasa tersebut, di antaranya daging, sayuran, buah-buahan, serta chak-chak, makanan manis tradisional khas Tatar yang terbuat dari adonan goreng dan madu. (*/tim)
