*) Oleh: Ferry Is Mirza DM
Niat karena Allah bukan perkara mudah. Hati manusia seringkali goyah oleh pujian, celaan, atau keinginan untuk dihargai. Namun, jika kita mampu menata hati dan beramal dengan keikhlasan, Allah akan membalasnya dengan kemudahan yang tak terduga.
Yang sulit menjadi mudah, yang jauh terasa dekat, dan yang tampak mustahil menjadi kenyataan jika sudah Allah kehendaki.Ikhlas berarti melepaskan segala bentuk harapan selain kepada Allah.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali menemui ujian yang menguji ketulusan hati. Apakah kita tetap berbuat baik ketika tidak ada yang melihat?
Apakah kita tetap istikamah dalam ibadah meski tidak ada pujian atau penghargaan dari manusia?Keikhlasan adalah kunci ketenangan hati.
Jika kita beramal hanya mengharap ridha Allah, maka kita tidak akan terpengaruh oleh komentar manusia, baik pujian maupun celaan.
Sebaliknya, jika hati kita bergantung pada penilaian orang lain, maka kita akan mudah kecewa dan berhenti melangkah ketika tak dihargai.
Jangan Biarkan Manusia Menghalangi Keikhlasanmu
Jangan sampai komentar manusia membuat kita berhenti berdakwah. Jangan pula karena kurangnya dukungan orang lain, kita berhenti berbuat baik dan istikamah dalam ibadah.
Keikhlasan bukan tentang bagaimana orang lain menilai kita, melainkan tentang bagaimana Allah melihat usaha kita.Dalam hal ini, Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah memberikan nasihat yang sangat mendalam:
“Meninggalkan amalan karena manusia termasuk riya’, dan beramal karena manusia termasuk syirik.”
(Majmu’atul Fatawa karya Ibnu Taimiyah, 23: 174)
Artinya, jika kita berhenti berbuat baik karena takut pandangan manusia, maka itu adalah bentuk riya’ (pamer dalam kebalikan).
Sebaliknya, jika kita beramal hanya karena ingin dipuji manusia, itu termasuk syirik kecil. Maka, satu-satunya jalan yang selamat adalah beramal hanya karena Allah, tanpa memikirkan balasan dari manusia.
Buah Manis dari Keikhlasan
Keikhlasan dalam beramal tidak selalu langsung terasa manfaatnya. Namun, seiring waktu, kita akan menyadari bahwa Allah memberikan balasan yang jauh lebih indah.
Orang-orang yang ikhlas dalam hidupnya akan merasakan ketenangan batin, kekuatan dalam menghadapi ujian, serta keberkahan dalam setiap langkahnya.
Mari kita terus melangkah dengan hati yang tulus. Tidak perlu takut pada penilaian manusia, karena yang terpenting adalah bagaimana Allah menilai kita. Biarkan keikhlasan menjadi cahaya yang menerangi perjalanan hidup kita.
Wallahu a’lam. (*)
