Ilmu yang Menyelamatkan dalam Balutan Rahmat

Ilmu yang Menyelamatkan dalam Balutan Rahmat
*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
www.majelistabligh.id -

Ilmu dan rahmat secara umum merujuk pada pengetahuan (ilmu) dan kasih sayang/rahmat Allah (rahmat). Dalam konteks agama Islam, keduanya memiliki makna yang mendalam dan saling berkaitan.

Ilmu, dalam hal ini, adalah sarana untuk memahami ajaran agama dan mendekatkan diri kepada Allah, sementara rahmat adalah kasih sayang Allah yang meliputi segala sesuatu dan menjadi tujuan akhir dari pencarian ilmu dan amal saleh.

Ilmu tanpa kasih sayang dapat berbahaya dan menghasilkan kerusakan. Sebaliknya, kasih sayang tanpa ilmu juga dapat menimbulkan keburukan. Keduanya, ilmu dan kasih sayang, seharusnya berjalan seiringan.

Ilmu yang tidak disertai kasih sayang bisa membuat seseorang menjadi sombong dan merendahkan orang lain.

Maka ilmu dan kasih sayang dua perkara yang hendaknya berjalan bersama.

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata:
.
وهكذا الرجل كُلَّما اتَّسع علمه اتَّسعت رحمته، وقد وسع ربنا كلَّ شيء رحمةً وعلمًا.
.
“Demikianlah seseorang.. semakin ilmunya luas maka semakin luas pula kasih sayangnya. Robb kita rahmat-Nya meluasi segala sesuatu..” (Ighotsatu Lahafan 2/251)

Allah sayang kepada hamba-hambaNya dengan cara menyelamatkan dari api neraka walaupun dengan kesusahan yang menimpa si hamba.

“Wujud kasih sayang terbesar kepada sesama adalah membantu menyelamatkan mereka dari api neraka, dengan cara menjelaskan ajaran tentang tauhid dan syirik, bid’ah dan sunnah, halal dan haram, serta ilmu yang membawa manfaat di dunia dan akhirat.

Rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala tercurah kepada hamba-Nya dalam kondisi apa pun selama masih berkeinginan untuk bertobat.

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah, ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu terputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’” (Az-Zumar/39: 53)

Bahkan Allah memerintah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyampaikan hal itu kepada para hamba-Nya. Dengan firman-Nya:

نَبِّئْ عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Kabarkan kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Hijr/15: 49). (*)

Tinggalkan Balasan

Search