*) Oleh: Ubaidillah Ichsan, S.Pd
Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) PDM Jombang
“A smile is alms, then give alms with a radiant face.”
(Senyum adalah sedekah, maka bersedekahlah dengan wajah berseri-seri)
Saat bertemu berwajah berseri-seri dan selalu tersenyum saat bertemu dengan sahabat-sahabat adalah kebiasaan Rasulullah saw. Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ
“Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun juga walau engkau bertemu saudaramu dengan wajah berseri. ” (HR. Muslim No. 2626)
Hadis ini mengajarkan bahwa bertemu dengan saudara sesama muslim dengan wajah yang berseri-seri adalah perbuatan baik yang tidak boleh diremehkan.
Wajah berseri-seri merupakan cerminan hati yang gembira dan bahagia. Selain itu, wajah berseri-seri juga dapat menular kepada orang lain, sehingga menciptakan suasana yang positif dan menyenangkan.
Wajah yang ceria ketika berinteraksi, merupakan kebahagiaan tersendiri bagi mereka yang melihat atau lawan bicara. Senyum ceria membuat wajah lebih berseri, bahkan bernilai sedekah.
Seperti hadis yang menjelaskan senyum merupakan sedekah dan penting dilakukan ketika berinteraksi dengan orang lain. Dari Abu Dzar, dia berkata, Rasulullah saw bersabda:
تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ
“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.“ (HR At-tirmidzi No. 1956, Ibnu Hibban No. 474 dan 529)
Hadis yang agung ini menunjukkan keutamaan tersenyum dan menampakkan muka manis di hadapan seorang muslim.
Jadi tersenyum tidak akan membuat kita rugi atau pun malu, melainkan sebaliknya, jika kita selalu murah senyum kepada orang lain maka akan banyak orang yang ingin berteman dengan kita.
Karena tersenyum membuat mereka percaya bahwa kita dapat membuat mereka nyaman meski hanya dengan berada di sisi kita.
Semoga bermanfaat. (*)
