Sebanyak tujuh tokoh terpilih akan mengemban amanah sebagai anggota Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya).
Penetapan nama-nama tersebut merupakan bagian dari proses strategis dalam penguatan tata kelola perguruan tinggi yang berlandaskan nilai-nilai Persyarikatan Muhammadiyah.
Ketujuh nama yang diajukan bukanlah sosok sembarangan. Mereka adalah figur-figur berpengalaman yang telah terbukti memiliki rekam jejak kepemimpinan di berbagai bidang, baik di lingkungan akademik, birokrasi, maupun dunia usaha.
Selain itu, mereka dikenal aktif dalam organisasi Muhammadiyah dan memiliki komitmen yang kuat terhadap kemajuan pendidikan tinggi Muhammadiyah.
Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan visi UM Surabaya sebagai kampus unggul, inovatif, dan berkarakter Islami.
Berikut tujuh nama dengan latar belakang mereka:
1. Dr. H. Saad Ibrahim, MA.
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah saat ini. Dia juga pernah memimpin PWM Jawa Timur. Dikenal sebagai pemikir Muhammadiyah yang kerap menjadi narasumber dalam isu-isu kebangsaan, keislaman, dan kemuhammadiyahan. Dia juga dosen Pascasarjana di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
2. Prof. Dr. H. Fauzan, M.Ag.
Dia pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selama dua periode. Di bawah kepemimpinannya, UMM tumbuh menjadi salah satu universitas swasta terbaik di Indonesia, dengan berbagai pencapaian nasional maupun internasional. Saat ini, Prof. Fauzan dipercaya mengemban tugas sebagai Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktiksaintek).
3. Dr. H. Sukadiono, MM.
Rektor UM Surabaya selama tiga periode. Di bawah kepemimpinannya, UM Surabaya mengalami kemajuan pesat, termasuk pendirian Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, dan penguatan kerja sama internasional. Menjabat Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim periode 2022-2027. Dia kini menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
4. Dr. H.M. Sulthon Amien, MM.
Seorang pengusaha sukses dan pemilik Parahita Diagnostic Center. Saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Ia memiliki rekam jejak yang panjang dalam pengembangan amal usaha Muhammadiyah, khususnya di bidang pendidikan dan dakwah. Dedikasinya telah menginspirasi banyak kader muda Muhammadiyah untuk berkontribusi di berbagai lini kehidupan.
5. Andi Megantara, Ph.D.
Sekretaris Kementrian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Sesmenko PM). Dia juga menjabat Sekretaris Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata PP Muhammadiyah. Dikenal aktif dalam pengembangan kebijakan sosial dan ekonomi, serta berperan penting dalam mendorong sinergi antara sektor pemerintah dan masyarakat untuk peningkatan kesejahteraan bersama.
6. Dr. Syamssuddin, M.Ag.
Menjabat Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM Jatim). Akademisi dan tokoh pendidikan Muhammadiyah yang aktif di berbagai forum nasional. Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan SDM dan kepemimpinan strategis di lingkungan persyarikatan.
7. Dra. Siti Dalilah Candrawati, M.Ag.
Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Pernah menjabat sebagai Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Timur. Ia dikenal sebagai tokoh perempuan Muhammadiyah yang konsisten dalam memperjuangkan isu-isu keumatan, pemberdayaan perempuan, dan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam.
Rektor UM Surabaya Dr. Mundakir mengungkapkan, pengajuan calon anggota BPH UM Surabaya ini mengikuti prosedur struktural di lingkungan Muhammadiyah.
Proses dimulai dari pengusulan di tingkat universitas oleh rektor bersama tim internal, yang menyusun daftar nama berdasarkan kapasitas, rekam jejak, dan komitmen terhadap pengembangan kampus.
“Setelah disepakati di tingkat universitas, ketujuh nama diajukan kepada PWM Jawa Timur untuk dibahas dan diseleksi sesuai dengan kriteria persyarikatan. Selanjutnya, PWM Jatim meneruskan pengajuan tersebut ke Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah yang berwenang memutuskan penetapan BPH melalui forum resmi,” jelasnya dikonfirmasi Majelistabligh.id, pada Selasa (20/5/2025).
Dikatakan Mundakir, BPH memiliki peran strategis dalam pengawasan, pembinaan, dan pendampingan institusi pendidikan Muhammadiyah.
“Kehadiran tokoh-tokoh yang kompeten dan berpengalaman dalam tubuh BPH menjadi kunci untuk menjaga arah kebijakan universitas agar tetap selaras dengan nilai-nilai Muhammadiyah dan mampu menjawab tantangan zaman,” ucapnya.
Dengan komposisi yang diajukan UM Surabaya kali ini, diharapkan BPH mampu memperkuat tata kelola universitas, menjaga kesinambungan visi-misi, serta mendorong inovasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Sedianya, sosialisasi BPH UM Surabaya kepada sivitas akademika di Kampus Sejuta Inovasi itu akan dilaksanakan pada Sabtu (24/5/2025) mendatang. (wh)

Terus maju UMS , demi mencerdaskan bangsa Indonesia hingga terwujudnya Indonesia Berkemajuan