Inilah Amalan Utama Jemaah Haji Selama di Madinah Menurut Konsultan Kemenag RI

www.majelistabligh.id -

Gelombang pertama calon jemaah haji asal Indonesia telah tiba di Madinah, Arab Saudi, untuk memulai rangkaian ibadah haji tahun 2025. Kehadiran mereka di Kota Nabi ini menjadi momentum awal dalam menunaikan sejumlah ibadah sunah dan wajib menjelang puncak haji di Makkah.

Konsultan Haji Kementerian Agama (Kemenag) RI, Prof. Dr. Aswadi, menyampaikan beberapa amalan utama yang dianjurkan selama jemaah berada di Madinah. Amalan ini tidak hanya memiliki keutamaan spiritual tinggi, tetapi juga membantu jemaah mempersiapkan diri secara rohani untuk prosesi ibadah haji selanjutnya.

1. Salat di Masjid Nabawi dan Ziarah ke Makam Rasulullah

Prof. Aswadi menganjurkan agar jemaah memperbanyak salat berjamaah di Masjid Nabawi, salah satu dari tiga masjid utama yang sangat dianjurkan untuk dikunjungi umat Islam. Selain itu, jemaah juga diajak untuk menziarahi makam Rasulullah SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq, dan Umar bin Khattab yang terletak di dalam kompleks masjid.

“Jemaah disarankan memberikan salam penghormatan dengan mengucap: ‘Assalamu’alaika ya Rasulullah, Assalamu’alaika ya Abu Bakrin, Assalamu’alaika ya Umar bin Khattab,’” ujar Prof. Aswadi.

2. Kunjungi Raudhah, Tempat Mustajab Berdoa

Raudhah, area di antara rumah Nabi dan mimbar beliau, dikenal sebagai taman surga di dunia (Raudhatun min Riyadhil Jannah). Tempat ini menjadi lokasi utama untuk berdoa bagi para jemaah. Akses masuk ke Raudhah diatur melalui tasreh dan aplikasi Nusuk, guna memastikan keteraturan dan kesempatan yang adil bagi seluruh jemaah.

“Jaga kesehatan dan patuhi jadwal Raudhah yang sudah ditentukan. Jangan memaksakan diri di tengah suhu Madinah yang cukup ekstrem,” kata Prof. Aswadi mengingatkan.

3. Manfaatkan Waktu di Madinah dengan Ibadah dan Tilawah

Selama berada di Madinah, jemaah juga diimbau untuk memaksimalkan ibadah pribadi, seperti memperbanyak salat berjamaah dan membaca Al-Qur’an. Menurut Prof. Aswadi, membaca Al-Qur’an memiliki keutamaan besar, di mana setiap huruf bernilai sepuluh kebaikan.

“Ini saat terbaik untuk khatam Al-Qur’an dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT sebelum memasuki fase puncak ibadah di Makkah,” tambahnya.

4. Tata Cara dan Sunnah Sebelum Berihram Menuju Makkah

Setelah menghabiskan sekitar 7–9 hari di Madinah, jemaah akan diberangkatkan menuju Makkah untuk menjalankan umrah dalam rangkaian haji Tamattu’. Sebelum berangkat, jemaah dianjurkan melakukan mandi sunnah dan menggunakan wewangian (bagi laki-laki), lalu mengenakan pakaian ihram dari hotel masing-masing.

Setibanya di Masjid Bir Ali, jemaah melaksanakan salat sunnah dan untuk melafadzkan niat ihram. Agar tidak ada rasa ragu atau tidak lupa maka diucapkan secara berjamaah, yang akan dipandu oleh petugas ibadah dari Kemenag RI.

Untuk memastikan seluruh prosesi ibadah berjalan sesuai tuntunan syariat, Kemenag telah menugaskan pembimbing ibadah di setiap kloter dan sektor. Mereka bertugas memberikan arahan terkait rukun dan sunnah haji, serta menjawab pertanyaan jemaah selama berada di Tanah Suci.

“Dengan pemahaman dan kesiapan yang baik, jemaah diharapkan bisa menjalankan ibadah secara khusyuk dan pulang ke Tanah Air sebagai haji mabrur,” ujar Prof. Aswadi. (afifun nidlom)

 

Tinggalkan Balasan

Search