Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wiyung menorehkan sejarah baru dalam upaya penguatan karakter pelajar dan kader. Pada Rabu (7/1/2026), Pimpinan Cabang (PC) Tapak Suci Putera Muhammadiyah Wiyung menggelar latihan perdana pasca pelantikan pengurus di Sarangan beberapa waktu lalu.
Latihan yang berlangsung di lingkungan amal usaha Muhammadiyah Wiyung ini dihadiri langsung oleh Ketua PCM Wiyung beserta segenap jajaran pimpinan cabang. Tak ketinggalan, perwakilan manajemen dari SD Muhammadiyah 15, SMP Muhammadiyah 17, hingga SMA Muhammadiyah 9 Surabaya turut hadir memberikan dukungan penuh.
Menurut Ferry Yudi Antonis Saputro, S.H.I., M.Pd.I., C.STMI., dari unsur pimpinan PCM Wiyung, inisiasi berdirinya Tapak Suci di PCM Wiyung pada 9 Desember 2025 lalu. Proses tersebut kemudian berlanjut dengan penyusunan struktur pengurus yang dilantik secara khidmat pada 13 Desember 2025 di Sarangan, Magetan, Jawa Timur. Latihan perdana ini menjadi tindak lanjut nyata dari amanah organisasi yang telah diberikan.
Pria yang akrab disapa Den Peyi ini menambahkan, ada pemandangan menarik dalam latihan perdana tersebut. Pihaknya tidak hanya mengajak para pelajar dan kader muda, tetapi juga menggandeng angkatan senior di jajaran pimpinan untuk ikut terjun ke gelanggang, berlatih bersama.

“Kami sengaja mengajak para senior untuk ikut berlatih sebagai bentuk teladan. Bela diri bukan hanya milik anak muda, tapi merupakan sarana menjaga kebugaran bagi seluruh kader di berbagai tingkatan usia,” jelas Den Peyi, yang juga menjabat sebagai Ketua MPKS PDM Kota Surabaya ini.
Meski awalnya beberapa pimpinan senior tampak sedikit canggung, suasana segera berubah menjadi penuh semangat. Tanggapan mereka sangat positif. Mereka mengaku merasa lebih segar dan merasakan manfaat langsung dari gerakan-gerakan fisik yang diajarkan, meskipun dilakukan dengan intensitas yang disesuaikan.
Dalam materi latihan, Den Peyi menekankan pentingnya teknik pernafasan. Menurutnya, latihan pernafasan bertujuan untuk memaksimalkan asupan oksigen ke dalam darah, menenangkan saraf, serta meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas).
Hal ini sejalan dengan ajaran Islam yang sangat memperhatikan kesehatan. Islam mengajarkan bahwa tubuh adalah amanah dari Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda bahwa Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.
“Dengan menjaga kesehatan melalui Tapak Suci, seorang kader diharapkan dapat menjalankan tugas-tugas dakwah dengan lebih maksimal,” tandasnya. (*/nun)
