Inovasi Hijau di Dunia Kesehatan: RSML Resmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik

www.majelistabligh.id -

Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) kembali menegaskan kiprahnya sebagai institusi pelayanan kesehatan yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.

Pada Senin (19/5/2025), RSML resmi meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang terletak di kawasan Masjid Assyifa rumah sakit tersebut.

Peresmian SPKLU ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA., M.EK, perwakilan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), serta Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim Dr. Sholihin Fanani.

Keberadaan fasilitas ini menjadi bagian dari dukungan konkret RSML terhadap pengembangan energi baru dan terbarukan, khususnya kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan.

“Transformasi transportasi berbasis tenaga listrik saat ini bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan. Kita semua dituntut untuk beradaptasi, dan Lamongan bersyukur bisa menjadi bagian dari perubahan positif ini. Setelah sebelumnya hadir di lingkungan Pemkab, kini SPKLU juga hadir di RS Muhammadiyah Lamongan. Ini menunjukkan komitmen semua pihak dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan,” ujar Yuhronur.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa keberadaan SPKLU di fasilitas layanan kesehatan seperti RSML sangat strategis. Selain memudahkan masyarakat pengguna kendaraan listrik, hal ini juga memberikan pesan kuat bahwa pelestarian lingkungan dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk institusi pelayanan publik.

“Saya mengapresiasi RS Muhammadiyah Lamongan dan PLN atas inisiatif ini. Inilah wujud kolaborasi nyata yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan, tetapi juga pada keberlanjutan,” tambahnya.

Wakil Ketua PWM Jatim, Sholihin Fanani, dalam sambutannya menekankan bahwa inisiatif RSML ini mencerminkan semangat Muhammadiyah untuk terus berada di garis depan perubahan. Muhammadiyah tidak hanya dikenal dalam dunia dakwah dan pendidikan, tetapi juga sebagai pelopor dalam dunia kesehatan dan lingkungan hidup.

“Pendirian SPKLU ini adalah bentuk nyata bahwa Muhammadiyah mampu merespons tantangan zaman. Ini bukan hanya soal fasilitas, tapi tentang visi besar kita dalam membangun masa depan yang berkelanjutan. Teknologi ramah lingkungan seperti ini perlu terus dikembangkan dan diduplikasi di tempat lain,” tutur Sholihin.

Perwakilan dari PLN, Rachmat Nugroho, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendukung pengembangan SPKLU di berbagai titik, terutama di ruang-ruang publik yang memiliki intensitas lalu lintas tinggi seperti rumah sakit, kantor pemerintahan, dan pusat perbelanjaan.

“Kami melihat RS Muhammadiyah Lamongan sebagai mitra strategis. Kehadiran SPKLU ini bukan hanya mendekatkan layanan kepada masyarakat, tetapi juga mempercepat ekosistem kendaraan listrik yang sedang kita bangun bersama,” ujar Rachmat.

Dia menambahkan, hingga saat ini, PLN telah membangun lebih dari 100 titik SPKLU di berbagai wilayah Jawa Timur, dan pihaknya menargetkan peningkatan dua kali lipat dalam dua tahun ke depan. RSML menjadi salah satu rumah sakit swasta yang pertama di Lamongan yang memiliki fasilitas ini.

Direktur RSML, dr. Hj. Umi Aliyah M.Kes, FISQua, menuturkan bahwa pembangunan SPKLU merupakan bagian dari transformasi rumah sakit menuju institusi kesehatan modern yang mengedepankan efisiensi energi dan pelestarian lingkungan.

“Kami ingin RSML tidak hanya menjadi rumah sakit unggul dalam layanan medis, tetapi juga menjadi pionir dalam isu-isu lingkungan. SPKLU ini kami persembahkan untuk masyarakat Lamongan dan sekitarnya sebagai bentuk komitmen kami dalam menyambut era kendaraan listrik,” kata dr. Umi.

Menurutnya, inovasi ini sejalan dengan misi besar Muhammadiyah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Selain SPKLU, RSML juga telah menerapkan langkah-langkah hemat energi lainnya, seperti penggunaan lampu LED hemat energi, sistem digitalisasi layanan pasien, dan pengelolaan limbah medis berbasis teknologi.

“Kami percaya bahwa rumah sakit bukan hanya tempat penyembuhan, tapi juga tempat edukasi. Masyarakat yang datang ke sini bisa melihat langsung komitmen kami terhadap teknologi bersih,” tambahnya. (ghulamin halim)

Tinggalkan Balasan

Search