Inovasi Mahasiswa Umsida: Hadirkan Pembelajaran Digital Berbasis Quizizz di Sekolah Pelosok NTT

www.majelistabligh.id -

Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FPIP Umsida) kembali menyelenggarakan program Pengenalan Lapangan Persekolahan 1 (PLP 1), yang menjadi tahapan awal penting dalam pembentukan kompetensi calon pendidik profesional.

Program ini melibatkan mahasiswa dari lima program studi di lingkungan FPIP Umsida dan dilaksanakan serentak di berbagai sekolah mitra yang tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia.

PLP 1 tahun 2025 ini berlangsung selama satu pekan, tepatnya mulai tanggal 17 hingga 22 Februari 2025. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengalaman awal kepada mahasiswa dalam memahami secara langsung atmosfer pendidikan di sekolah, termasuk mengenal kultur kelembagaan, lingkungan belajar, serta dinamika interaksi antara guru dan siswa.

Salah satu kegiatan PLP 1 yang cukup menarik perhatian publik datang dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PIPA) yang ditempatkan di MTs Al-Mukhsinin Pandang, sebuah sekolah yang berada di Kelurahan Tangge, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penempatan ini menjadi bukti nyata komitmen Umsida untuk menjangkau dan berkontribusi di wilayah pelosok timur Indonesia, yang selama ini masih menghadapi tantangan dalam hal akses pendidikan berkualitas.

Mahasiswa PLP Umsida di lokasi tersebut memulai kegiatan dengan mengikuti upacara bendera yang rutin dilaksanakan setiap Senin pagi sebagai bagian dari proses adaptasi terhadap budaya sekolah.

Setelah itu, mereka melanjutkan kegiatan observasi kelas bersama guru pamong untuk memahami pola interaksi, gaya mengajar, dan karakter peserta didik.

Salah satu inovasi menarik yang dibawa oleh mahasiswa PLP Umsida dalam kegiatan ini adalah penggunaan media pembelajaran digital berbasis aplikasi Quizizz.

Aplikasi ini dikenal sebagai platform edukatif yang menyuguhkan kuis interaktif dalam format permainan (game-based learning). Melalui pendekatan ini, siswa dapat menjawab soal dengan cara yang menyenangkan menggunakan perangkat digital, dan secara otomatis memperoleh skor serta peringkat.

Atas seizin guru pamong dan kepala sekolah, para mahasiswa mencoba mengimplementasikan pembelajaran berbasis Quizizz kepada siswa kelas VII.

Walaupun berada di wilayah yang tergolong terpencil dengan segala keterbatasan infrastruktur teknologi, antusiasme siswa begitu tinggi. Mereka menunjukkan kegembiraan dan rasa ingin tahu yang besar terhadap metode belajar baru tersebut.

“Saya ingin memperkenalkan metode pembelajaran yang lebih menarik dan tidak membosankan, terutama untuk pelajaran IPA yang sering dianggap sulit. Melalui Quizizz, siswa bisa belajar sambil bermain, mereka merasa tertantang sekaligus senang,” ujar salah satu mahasiswa PLP Umsida seperti dilansir di laman resmi Umsida, pada Rabu (14/5/2025).

Para siswa pun mengaku sangat menikmati sesi pembelajaran dengan Quizizz. Mereka merasa lebih fokus, tertantang untuk menjawab cepat dan benar, serta termotivasi karena dapat langsung melihat hasil dan peringkat mereka. Hal ini menciptakan atmosfer belajar yang kompetitif namun tetap positif di dalam kelas.

Seorang siswa kelas VII mengungkapkan, “Seru banget belajarnya. Biasanya pelajaran IPA bikin ngantuk. Tapi pas pakai Quizizz jadi semangat. Soalnya seru, ada skornya, dan bisa tahu siapa yang paling cepat jawab.”

Namun di balik semaraknya pembelajaran digital tersebut, mahasiswa juga menemukan beberapa tantangan yang khas di daerah pelosok.

Beberapa di antaranya adalah keterbatasan akses internet, tidak meratanya kepemilikan perangkat digital di kalangan siswa, serta kurangnya pengalaman dalam menggunakan teknologi secara maksimal untuk kegiatan belajar.

Menanggapi hal tersebut, mahasiswa Umsida tak hanya menjalankan peran sebagai pengajar sementara, tetapi juga sebagai edukator digital.

Mereka memberikan bimbingan kepada siswa terkait penggunaan internet secara bijak dan aman, sekaligus memotivasi guru-guru setempat untuk mulai memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses belajar mengajar yang efektif.

Dengan semangat inovatif dan kepedulian terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah tertinggal, mahasiswa Umsida berharap pengalaman ini dapat memberikan dampak positif bagi sekolah tempat mereka menjalankan PLP 1.

Mereka juga berharap agar pengalaman ini bisa menginspirasi sekolah-sekolah lain di wilayah serupa untuk mulai mengadopsi pendekatan teknologi dalam pendidikan, meskipun dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi masing-masing.

Melalui integrasi media seperti Quizizz, para calon guru ini berhasil menunjukkan bahwa pembelajaran tidak harus kaku dan membosankan.

Justru dengan pendekatan yang tepat dan sentuhan teknologi, proses belajar dapat menjadi lebih hidup, menyenangkan, dan berdampak nyata bagi peningkatan hasil belajar siswa—termasuk mereka yang tinggal di wilayah paling timur Indonesia. (*/wh)

 

Tinggalkan Balasan

Search