Mahasiswa Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan inovasi melalui penciptaan alat pembuat briket otomatis bernama “Automatic Briket Maker”.
Alat tersebut dipamerkan dalam Industrial Engineering Expo sebagai bagian dari dukungan mereka terhadap visi Indonesia Emas 2045.
Alat tersebut dirancang untuk mengolah limbah kayu menjadi briket yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif. Inovasi ini terinspirasi dari pengalaman mahasiswa saat melakukan praktikum di sebuah pabrik mebel.
Salah satu anggota tim, Lucky Argo Bramantyas, menjelaskan bahwa mereka awalnya kebingungan menentukan ide proyek hingga akhirnya menemukan potensi pemanfaatan limbah kayu.
“Kami melihat banyak limbah kayu di pabrik mebel yang terbuang percuma. Dari situlah kami berinisiatif menciptakan alat pembuat briket untuk mengolah limbah tersebut menjadi energi alternatif,” ujar Lucky pada Sabtu (20/1/2025).
Alat ini memiliki fungsi utama mencetak dan menekan adonan briket dari limbah kayu. Tidak hanya itu, tim juga menambahkan fitur pemotong otomatis yang dioperasikan dengan dinamo serta pengendalian berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan aplikasi Blynk.
“Fitur ini membuat produk kami unggul dibandingkan alat serupa di pasaran,” tambah Lucky.
Keunggulan lainnya adalah efisiensi penggunaan daya, yakni hanya membutuhkan 110V-220V.
Dengan pemotong otomatis, briket yang dihasilkan memiliki ukuran konsisten, yaitu 5 cm. Meski demikian, proses pengembangan alat ini tidak tanpa tantangan.
“Tantangan terbesar adalah memastikan coding yang kami buat bisa terhubung dengan mikrokontroler ESP 32 dan terbaca oleh aplikasi Blynk. Kami sering mengalami kegagalan saat uji coba, tapi kerja sama tim membantu kami mengatasinya,” jelas Lucky.
Lucky dan tim berharap alat ini dapat dikembangkan lebih lanjut.
“Kami ingin menambahkan fitur seperti pembuat adonan otomatis, pemotong horizontal, dan sensor berat yang bisa menghentikan mesin jika bahan baku habis. Harapan kami, alat ini bisa menjadi solusi energi ramah lingkungan untuk mengurangi ketergantungan pada batubara,” jelasnya.
Inovasi ini menunjukkan komitmen mahasiswa UMM untuk memberikan kontribusi nyata dalam bidang teknologi dan lingkungan, sekaligus mendukung upaya menciptakan energi alternatif yang lebih berkelanjutan. (vin/wil/tim)
Untuk mendapatkan update cepat silakan berlangganan di Google News
