*Oleh: Moch. Muzaki
Kader Pemuda Muhammadiyah Lamongan
Mars Pemuda Muhammadiyah diciptakan oleh Sis Sugiono dan Suyoto, digagas di masa kepemimpinan Hajriyanto Y Thohari (1993-1998). Kemudian disempurnakan di Muktamar Riau saat terpilihnya Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Imam Addaruqutni (1998-2002). Mars yang selalu kita nyanyikan saat agenda-agenda Pemuda Muhammadiyah ini, harus kita maknai sebagai spirit dan pengingat akan gerakan organisasi.
Memaknai dan menyerap spirit lagu akan selalu memberikan kita kesadaran, semangat menjaga organisasi, dan siap berkarya. Sehingga saat menyanyikan, yang terlontar tidak hanya teks yang dihafal saja, tapi akan menjadi serapan energi dan paradigma bergerak untuk menjaga dan mengembangkan organisasi.
“Kita Pemuda Muhammadiyah”
Identitas ini jelas dan sudah tertulis [bahwa Pemuda Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi otonom Muhammadiyah merupakan Lembaga perjuangan yang bertujuan menghimpun, membina dan menggerakkan potensi pemuda Islam demi terwujudnya kader persyarikatan, kader ummat dan kader bangsa dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah, maka setiap gerak dan langkahnya harus merupakan perwujudan
dari ajaran Islam.
Menyadari peran dan fungsi Pemuda Muhammadiyah sebagai pelopor, pelangsung, dan penyepurna alam usala Muhammadiyah, maka harus mampu menempatkan dirinya sebagai Gerakan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar, khususnya di kalangan pemuda. Maka kesadaran akan identitas harus terpatri dalam hati setiap kader Pemuda Muhammadiyah sebagai kebanggaan dan integritas kader.
“Qur’an dan sunnah dasar hidup kita”
Ini adalah basic paradigma, bahwa dasar hidup akan menjadikan segala prilaku dan keputusan menjadi terarah dan bermakna. Dasar hidup sesuai ajaran Allah SWT ialah berlandaskan Alquran dan Sunnah. (QS. Ali Imran: 104) dan (QS. Al Kahfi: 13-14) menjadi mukaddimah anggaran dasar Pemuda Muhammadiyah.
Meneladani perjuangan Nabi juga telah tertulis, dengan senantiasa maneladani kepribadian Rasulullah, Pemuda Muhammadiyah bertekad untuk menjadi ummat yang terbaik, kepeloporan dalam mewujudkan masyarakat utama dengan semangat menjadikan Islam rahmatan lil’alamin. Perintah menjadikan Al Qur’an dan Sunnah sebagai dasar telah terhampar di ayat-ayat Allah, sehingga dalam menjalankan hidup sehari-hari dan berorganisasi haruslah menjadikan itu sebagai paradigma dan sandaran.
“Membangun dengan ilmu dan Akhlak”
Membangun pribadi, keluarga, pekerjaan karir, maupun organisasi haruslah dengan ilmu, karna ilmu adalah penerang, petunjuk dan penjaga agar tetap berada di jalan yang lurus dan selamat dunia akhirat. Ajaran Islam sangat menekankan pentingnya ilmu dalam menjalani kehidupan dan sangat memperhatikan tentang tingginya akhlak. Bila akhlak telag dijaga oleh para kader, maka ia akan menjadi teladan bagi anggotanya dan masyarakat sekitarnya.
Sebagai mana tertulis, [dengan bekal iman, ilmu dan akhlaq yang mulia, Pemuda Muhammadiyah
berjuang dan beramal untuk mewujudkan keyakinan, bahwa Islamlah satu-satunya
yang mampu mengantar ummat manusia dari segala kegelapan menuju kehidupan
yang sejahtera lahir dan batin, dunia dan akhirat.]
“Dalam jihad fisabililllah”
Segala dasar di atas menjadi nyata saat spiritnya diimplementasikan dengan jihad fisabilillah. Ini adalah perintah nyata dari Tuhan pencipta Alam semesta, bahwa hidup ini untuk berjihad di jalan yang benar. Jihad di sini harus dimaknai secarah kaffah, sehingga tidak hanya bermakna jihad kittal tapi juga jihad dalam melawan kebodohan, kemiskinan, ketidakadilan, penindasan, dan jihad menjaga kebaikan.
“Teguhkan sikap hidup kita Amar ma’ruf nahi munkar”
Setelah itu energi yang terpatri akan menjadikan diri menjadi sikap yang teguh dan menjadi pandangan hidup, bahwa menjalankan hidup adalah melaksanakan visi beramar maruf dan nahi munkar. Mengajak kebaikan dan mencegah keburukan dapat dilakukan dengan terorganisir agar maksimal. Mindset itu juga harus menjadi gerakan nyata pada setiap kader untuk dinyatalaksanakan kepada masyarakat sekitarnya ,terutama di persyarikatan.
“Rela berkorban jiwa raga”
(Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, QS Al Baqarah 155), sangat terang bahwa akan ada pengorbanan yang mengharuskan kita diuji baik jiwa, raga, bahkan harta. Perjuangan dan pembuktian Iman akan menemui titik pengorbanan yang mengharuskan kita sabar dan ikhlas.
“Wujudkan masyarakat utama”
Maka ini adalah puncak dari pengabdian dan tujuan utama, yakni membangun masyarakat. Sebagaimana Perintah QS AlBaqarah : 30 yakni menjadi khalifah fil ard. Serta spirit pada pasal 5 Usaha, point 5 yakni [peran Pemuda Muhammadiyah sebagai kader Persyarikatan, umat danbangsa dalam menunjang pembangunan manusia seutuhnya menuju terbentuknya masyarakat utama adil dan makmur yang diridhai Allah SWT.]
“Slalu siap sedia selalu bergembira”
Pemuda memiliki karakter “siap” dalam kondisi apapun, kesiapan ini telah dilatih dan dibina, dididik pula dalam proses perkaderan dan penataran. “Selalu Bergembira” adalah karakter pemuda yang saat kapanpun dan dimanapun membawa kegembiraan dan menyebarkan kegembiraan, sebaimana slogan dakwah Muhammadiyah yakni Dakwah Menggembirakan.
“Masa depan hidup kita”
(Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. QS Al Hasyr :18) mengajarkan bahwa kita juga harus merencanakan dan mengoptimalkan untuk masa depan. Baik untuk hidup di akhirat, maupun mengejar cita-cita dan impian kita. Pemuda harus mempersiapkan itu dan selalu siap sedia dalam mewujudkannya.
“Berlomba-lomba dalam kebaikan”
Slogan Fastabiqul Khairat adalah identitas dan komitmen Pemuda Muhammadiyah. Ia laksana kepribadian dan jadi diri. Menjadi ghiroh dalam gerakan nyata baik individu maupun organisasi
“Indonesia kita jaya!”
Terakhir, sebaimana tema besar Pemuda Muhammadiyah hari ini, ialah Pemuda Negarawan. Maka kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad A mengatakan visi Empat Pilar Pemuda Negarawan adalah jawaban dari permasalahan pemuda hari ini, yang serba galau terhadap perkembangan keislaman, keilmuan, kebangsaan, dan perekonomian. Makna ‘galau’ yang kita maksudkan dalam arti positif adalah kekhawatiran akan nasib gerakan di tengah arus digital saat ini. Sehingga 4 pilar yakni, pilar Islam Berkemajuan, Keilmuan, Kewirausahaan Sosial, dan Pilar Politik Kebangsaan adalah solusi nyata untuk membangun dan menjaga Indonesia tercinta. (*)
