Muhammad Iqbal Rahman, dai muda Muhammadiyah asal Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur menjadi satu-satunya yang lolos seleksi sebagai peserta program pembinaan calon dai muda Kementerian Agama RI.
Iqbal, sapaan akrabnya, merupakan dai Muhammadiyah yang sangat aktif berperan sebagai mubaligh/dai muda, baik di media sosial, tulisan, maupun lisan melalui tausiyah di beberapa luar kota.
Lolosnya Iqbal, karena dianggap memenuhi salah satu persyaratan pembibitan Dai Muda Kemenag RI tahun 2025, yaitu berperan aktif berdakwah dan bermedia sosial.
“Program Calon Dai Muda 2025 merupakan upaya Kemenag memperkuat moderasi beragama di masyarakat dengan mencetak kader dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Dr. Ahmad Zayadi, Direktur Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI.
Menurutnya, tantangan utama dakwah ke depan adalah mengemas pesan keagamaan yang menarik bagi generasi milenial dan Z. Para dai muda juga diharapkan mampu merespons isu-isu kekinian seperti radikalisme, intoleransi, dan disinformasi.
“Dari program pembibitan dai muda, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa dakwah bukan hanya soal menyampaikan, tapi juga mendengarkan dan merespons kebutuhan umat secara bijaksana,” jelasnya.
Zayadi menambahkan, hasil seleksi ini mencerminkan transformasi dakwah ke arah yang lebih digital dan inklusif. Dikatakannya, pendekatan konvensional tidak lagi memadai untuk menjangkau masyarakat di era global.
“Ini menjadi langkah strategis dalam menjaga harmoni dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah perubahan sosial yang cepat. Semoga para dai muda yang terpilih dapat menjadi inspirasi dan agen perubahan yang membawa manfaat bagi bangsa dan negara,” katanya.
Sementara itu, Iqbal Rahman, mengaku bangga dan senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. “Ya tentu saya merasa bangga telah lolos seleksi kegiatan ini, karena saya perhatikan satu satunya Dai Muhammadiyah Se- Jawa Timur hanya saya saja yang lolos,” ungkapnya.
Bersama 200 dai dan daiyah dari berbagai daerah, Iqbal diwajibkan mengikuti program pembinaan dari Kemenag yang berlangsung 10 hari di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur dari tanggal 4 – 14 Agustus 2025.
“Semua biaya dan akomodasi kegiatan ini Alhamdulillah dibiayai dan difasilitasi oleh pemerintah. Mulai dari biaya transportasi PP, hotel, makan, snack, termasuk peserta juga akan mendapatkan seragam dan kaos serta beberapa alat tulis seperti buku, bolpoin, pin, tas ransel, dan perlengkapan lainnya,” ucapnya penuh syukur.
Lolosnya Iqbal Rahman ini, mendapatkan apresiasi positif dari Wakil Ketua PDM, Bidang Tabligh, Kabupaten Mojokerto, Ustaz Fatkhur Rohman.
“Mas Iqbal ini memang kader Muhammadiyah yang kami kader dari sekolah, bahkan biaya pondok pesantren juga ditanggung oleh salah satu tokoh PDM. Alhamdulillah kami bangga melihat kiprah perjuangannya. Anak kader muda kami yang mendapatkan banyak legalitas dai muda Kabupaten Mojokerto,” ungkap Fatkhur Rohman.
“Dia juga Ketua IPM Kabupaten Mojokerto, dan sekretaris saya di Majelis Tabligh PDM. Makanya saya bangga dan senang bisa melihat mas Iqbal lolos seleksi kegiatan pembibitan dai muda yang diselenggarakan oleh Kemenag RI ini,” lanjutnya.
“Sekitar dua bulan kemarin, dia juga kami rekomendasikan untuk diikutkan kegiatan Akademi Dai Digital, yang diselenggarakan oleh LDK PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Jakarta, sekarang dia pasti ketemu banyak teman atau dai muda dari berbagai daerah termasuk ormas yang berbeda beda,” tambahnya. (syamsul arifin hadi)
