Islam Menuntun Hidup ke Arah dan Tujuan yang Jelas

Hilman Latief
www.majelistabligh.id -

Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief, mengatakan bahwa kehidupan umat Islam merupakan perjalanan menuju tujuan hakiki, yakni kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dalam pandangan Islam, hidup memiliki arah dan makna yang jelas, bukan sekadar berlangsung tanpa tujuan.

“Islam mengajarkan bahwa kehidupan dunia hanyalah bagian dari proses menuju kehidupan yang lebih kekal. Karena itu, manusia dituntut untuk menjadikan kehidupan dunia sebagai sarana, bukan tujuan akhir. Kehidupan yang dijalani dengan kesadaran ini akan mengantarkan manusia pada sikap hati-hati, penuh tanggung jawab, dan berorientasi pada nilai-nilai ketakwaan,” kata Hilman di Bandung, Jawa Barat.

Dalam konteks tersebut, umat Islam bagi Hilman dituntun untuk memaknai hidup secara utuh. Tidak hanya berfokus pada aspek spiritual, tetapi juga menyentuh dimensi sosial, moral, dan kemanusiaan. Islam hadir sebagai pedoman hidup yang menyeluruh, mengatur hubungan manusia dengan Allah sekaligus dengan sesama manusia dan lingkungannya.

“Kehidupan yang sesungguhnya dalam Islam juga menuntut adanya visi dan tujuan yang jelas. Tanpa arah yang benar, kehidupan akan kehilangan makna dan tidak menghasilkan kebaikan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, setiap Muslim perlu menata hidupnya dengan orientasi yang seimbang antara kepentingan dunia dan akhirat,” jelasnya.

Lebih jauh, ajaran Islam tidak dapat dipahami secara parsial. Kehidupan Islami mencakup keseluruhan aspek, mulai dari akidah, ibadah, akhlak, hingga muamalah. Keseluruhan aspek tersebut saling terkait dan menjadi satu kesatuan dalam membentuk kehidupan yang ideal.

“Dengan demikian, makna kehidupan umat Islam yang sesungguhnya terletak pada kemampuan menjadikan dunia sebagai ladang amal, memperkuat ketakwaan, serta menghadirkan kemaslahatan bagi sesama. Kehidupan yang dijalani dengan kesadaran ini akan melahirkan pribadi yang tidak hanya saleh secara individual, tetapi juga berkontribusi dalam membangun kehidupan sosial yang berkeadaban,” tuturnya. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search