Isra Miraj, Jejak Perjalanan Nabi dan Pesan Abadi dari Langit

www.majelistabligh.id -

*) Oleh: Muhammad Nashihudin MSI,
Ketua Majelis Tabligh PDM Jakarta Timur

Kita berada di penghujung bulan Rajab, di mana bulan tersebut termasuk di antara bulan bulan yang dimuliakan Allah SWT.

Isro artinya perjalanan nabi Muhammad Saw dari Masjidil haram ke Masjidil Aqsha yang jaraknya 1500 km.

Miraj artinya naik nya nabi Muhammad Saw ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ مِنْهَاۤ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ ۗ وَقَا تِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَآ فَّةً كَمَا يُقَا تِلُوْنَكُمْ كَآ فَّةً ۗ وَا عْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan Bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 36)

Adapun peristiwa isra Miraj diabadikan dalam Al-Quran Al-Isra ayat 1. Untuk menunjukkan kekuasaan Allah SWT dan kesucianNya dari sifat kekurangan.

Untuk menjaga Masjidil haram Allah SWT terjunkan pasukan burung ababil untuk pasukan bergsjah sementara Masjidil Aqsha dijaga oleh pasukan yang tak terlihat yaitu angin tornado dan bola api dari Kesombongan zionis Israel dan Amerika untuk menghancurkan mereka sekaligus mengawal dan menjaga keduanya dari musuh musuh-Nya.
.
1. Peristiwa isra mi’raj

سُبْحٰنَ الَّذِيْۤ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَـرَا مِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَ قْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَا ۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

“Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS. Al-Isra’ 17: Ayat 1)

Di dunia ini ada tiga masjid yang istimewa. Keutamaan tiga masjid ini disampaikan langsung oleh Baginda Nabi Muhammad Saw. dalam berbagai hadis sahih. Sebagai umat Islam, mengunjungi tiga masjid ini hukumnya sunah. Sehingga apabila mampu (baik secara fisik, waktu, dan keuangan), maka dianjurkan untuk mendatangi tiga masjid ini dan beribadah di dalamnya.

Sa’id bin Musayyib menuturkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw bersabda, “Tidak boleh melakukan perjalanan (ibadah) kecuali untuk mengunjungi tiga masjid, yaitu Masjidil Haram, masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjidil Aqsha.”
(H.R. Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud).

Isra Miraj bukan hanya kisah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebuah pelajaran berharga tentang pentingnya iman, spiritualitas, dan hubungan dengan Allah SWT. Salat lima waktu, yang menjadi inti dari peristiwa ini, mengajarkan umat Islam untuk senantiasa menjaga komunikasi dengan Sang Pencipta.

3. Orang orang zalim berusaha untuk merobohkan masjid

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنْ مَّنَعَ مَسٰجِدَ اللّٰهِ اَنْ يُّذْكَرَ فِيْهَا اسْمُهٗ وَسَعٰـى فِيْ خَرَا بِهَا ۗ اُولٰٓئِكَ مَا كَا نَ لَهُمْ اَنْ يَّدْخُلُوْهَاۤ اِلَّا خَآئِفِيْنَ ۗ لَهُمْ فِى الدُّنْيَا خِزْيٌ وَّلَهُمْ فِى الْاٰ خِرَةِ عَذَا بٌ عَظِيْمٌ

“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang melarang di dalam masjid-masjid Allah untuk menyebut nama-Nya dan berusaha merobohkannya? Mereka itu tidak pantas memasukinya kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka mendapat kehinaan di dunia dan di akhirat mendapat azab yang berat.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 114)

4.Kajian Tafsir Ibnu Katsir tentang tahun gajah
Al-Fil, ayat 1-5:

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ (1) أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ (2) وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ (3) تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ (4) فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ (5)

Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

Ini mempakan nikmat yang telah dianugerahkan oleh Allah kepada kaum Quraisy, karena Allah telah menyelamatkan mereka dari serangan tentara bergajah, yang sejak semula telah bertekad akan merobohkan Ka’bah dan meratakannya dengan tanah hingga tiada bekas-bekasnya lagi. Maka Allah memusnahkan mereka dan menjadikan mereka kalah serta usaha mereka menjadi sia-sia, begitu pula tiada hasilnya dari kerja mereka; Allah mengusir mereka dengan cara yang buruk dan akibat yang mengecewakan.

Mereka adalah kaum Nasrani, dan agama mereka saat itu lebih mirip keadaannya dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang Quraisy, yaitu menyembah berhala. Peristiwa ini terjadi sebagai irhas dan pendahuluan bagi akan diutus-Nya Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) Karena sesungguhnya di tahun itu Nabi Muhammad —menurut pendapat yang terkenal— dilahirkan.

Dan seakan-akan takdir Allah (Subhanahu wa Ta’ala) telah menetapkan bahwa hai golongan orang-orang Quraisy, Kami menolong kalian bukanlah karena kalian lebih baik daripada orang-orang Habsyah itu, tetapi karena memelihara Baitul ‘Atiq yang akan Kami muliakan, Kami agungkan, dan Kami hormati dengan diutusnya seorang nabi yang ummi, yaitu Muhammad (shallallahu ‘alaihi wasallam) penutup para nabi.

Tinggalkan Balasan

Search