Istidraj, Nikmat yang Bisa Jadi Ujian

*) Oleh : Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
www.majelistabligh.id -

Terkadang kita melihat seseorang hidup penuh kenikmatan. Rezekinya lancar dan keinginannya banyak yang tercapai. Namun di balik semua itu, belum tentu semua itu merupakan tanda cinta Allah.

Dalam Islam, ada yang disebut istidraj, yaitu ketika Allah membiarkan seseorang terus mendapatkan kenikmatan, padahal ia jauh dari ketaatan kepada-Nya. Ia jarang beribadah, lalai dari mengingat Allah, bahkan melakukan maksiat, meski hidupnya tetap terlihat baik-baik saja.

Bukan karena Allah rida, tetapi bisa jadi karena Allah sedang menangguhkan atau memberikan kesempatan.

Karena itu, jangan tertipu oleh banyaknya nikmat. Yang paling penting bukan seberapa banyak yang kita miliki, tetapi apakah nikmat itu mendekatkan diri kita kepada Allah atau justru menjauhkan kita dari-Nya.

Jika setiap nikmat membuat kita semakin tunduk, semakin bersyukur, dan semakin dekat kepada Allah, itulah rahmat yang sebenarnya. Namun jika nikmat membuat kita lalai dan merasa tidak membutuhkan Allah, maka berhati-hatilah, bisa jadi itu adalah istidraj.

Semoga bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan

Search