Memberi maaf atas kesalahan orang lain memiliki banyak keutamaan, baik di dunia maupun di akhirat. Memaafkan dapat membawa ketenangan hati, mempererat tali silaturahmi, dan mendatangkan ridha Allah. Selain itu, memaafkan juga dapat menghapus dosa dan membuka pintu ampunan dari Allah.
Memaafkan merupakan sifat terpuji. Di samping itu, memaafkan merupakan bagian dari akhlak mulia yang telah diperintahkan Allah kepada para nabi serta hambaNya.
“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (QS. al-A’raaf : 199)
“Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka.” (QS. al-Imraan : 159)
“… Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An-Nur : 22)
Pada ayat di atas, terkandung makna agar manusia memaafkan dan berlapang dada atas keburukan yang ditimpakan oleh orang lain. Dengan kata lain, kita dilarang melakukan balas dendam, apalagi pembalasan yang lebih berat atau lebih besar daripada yang kita terima.
Tidak ada baiknya balas dendam. Ibaratnya, api dibalas dengan api, maka akan semakin berkobar; yang kalah jadi abu, yang menang jadi arang. Kedua belah pihak sama-sama merugi.
Ditegaskan oleh Allah bahwa orang yang gemar memaafkan adalah orang bertakwa, “Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain.”(QS. Ali ‘Imran: 133-134)
Orang yang gemar memaafkan juga dijamin akan dimaafkan oleh Allah di akhirat, seperti pesan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam: “Barangsiapa memaafkan saat dia mampu membalas, Allah akan memberinya maaf pada hari kesulitan (akhirat).” (HR. Ath-Thabrani)
Orang yang pemaaf adalah orang mulia di sisi Allah. Itulah sebabnya, ia akan mendapatkan banyak kebaikan di dunia dan di akhirat. “Tidaklah seorang yang memberi maaf kepada orang lain kecuali Allah akan menambah kemuliaannya.” (HR. Muslim)
In syaa Allah, Allah ridha menganugerahkan kepada kita semua: kesehatan, keselamatan, kebahagiaan, rahmat kasih sayangNya, berkah bertambahnya kebaikan, ampunan atas dosa-dosa kita, umur panjang, rezeki halal, serta kemudahan mengarungi kehidupan. Āamīin yaa rabb.
In syaa Allah bermanfaat, silakan dishare untuk meraih pahala amal jariyah. (fimdalimunthe55@gmail.com)
