Jalan Kebaikan, Ragam Amal Menuju Rida Ilahi

*) Oleh : Ferry Is Mirza DM
www.majelistabligh.id -

Sesungguhnya, jalan menuju kebaikan sangatlah beragam. Allah Ta’ala membukakan banyak pintu amal saleh agar setiap manusia dapat mencari kemuliaan dan meningkatkan derajatnya di sisi-Nya.

Tidak ada satu pun manusia yang tidak memiliki peluang untuk berbuat baik, karena bentuk kebaikan itu sangat luas dan fleksibel, sesuai dengan kemampuan dan kondisi setiap orang.

Terkadang, seseorang mengalami kejenuhan atau kesulitan dalam menjaga konsistensi suatu amalan. Dalam kondisi seperti itu, bukan berarti ia harus berhenti berbuat baik.  Justru ia dianjurkan untuk mencari bentuk amal shalih lain yang bisa ia lakukan dengan ringan dan ikhlas.

Semisal, jika seseorang terbiasa melaksanakan shalat sunah namun karena suatu hal merasa berat atau tidak memungkinkan untuk melaksanakannya, maka ia bisa menggantinya dengan puasa sunnah, yang juga merupakan ibadah besar di sisi Allah.

Begitu pula, ketika seseorang yang sebelumnya rajin berpuasa sunnah kemudian menghadapi kondisi yang menghalanginya berpuasa, ia masih bisa tetap berbuat baik dengan memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, bersedekah, atau menolong orang lain yang sedang mengalami kesulitan. Semua ini adalah bentuk-bentuk kebaikan yang juga bernilai ibadah jika dilakukan dengan niat yang benar.

Intinya, setiap hari harus menjadi momen untuk menanamkan kebaikan. Bisa jadi, dari amal kebaikan yang kecil dan mungkin dianggap remeh oleh manusia, Allah Subhanahu wa Ta’ala justru membuka pintu keberkahan dan kemudahan dalam urusan dunia maupun akhirat.

Namun penting untuk diingat, dalam menjalankan amal saleh, kita tidak boleh sekadar mengikuti kehendak hawa nafsu atau keinginan pribadi. Amal yang kita lakukan harus sesuai dengan syariat dan diridhai oleh Allah.

Sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 215:

“Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah: 215)

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang melakukan amalan sederhana, namun mendapatkan ampunan dari Allah:

“Ketika seorang laki-laki berjalan di suatu jalan, lalu ia melihat dahan berduri di tengah jalan. Ia pun menyingkirkannya, maka Allah menyanjungnya dan mengampuni dosanya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari hadis ini, kita bisa mengambil pelajaran berharga: bahwa amal shalih tidak harus besar atau rumit. Bahkan tindakan yang terlihat kecil, seperti menyingkirkan sesuatu yang mengganggu di jalan umum, bisa menjadi sebab seseorang diampuni dosanya dan masuk surga.

Ini juga menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang mencintai kebersihan, keselamatan umum, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Karenanya, jika kita melihat ada bahaya di jalanan, seperti gundukan yang bisa membuat orang jatuh, segeralah ratakan atau singkirkan.

Jangan sampai perbuatan yang tampaknya sepele justru membawa mudharat bagi orang lain. Bisa saja karena gundukan itu, seorang ibu hamil terjatuh dan kehilangan janinnya.

Atau seorang anak kecil tersandung lalu patah tangannya. Tentu ini bukan hanya perkara sosial, tetapi juga perkara dosa yang bisa ditanggung oleh orang yang membuat dan membiarkannya.

Dalam hadits riwayat Muslim disebutkan:

“Ada seorang laki-laki berjalan dan menemukan dahan pohon yang mengganggu jalan, lalu ia berkata, ‘Demi Allah, aku akan menyingkirkannya agar tidak mengganggu kaum Muslimin.’ Maka Allah memasukkannya ke dalam surga karena perbuatannya itu.”

Betapa luar biasanya pahala dari amal yang tampaknya sederhana! Ini menjadi bukti bahwa Islam sangat menghargai kebaikan, sekecil apa pun wujudnya.

Maka, manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya untuk beramal. Jangan biarkan waktu berlalu tanpa makna atau bahkan digunakan untuk maksiat dan perbuatan sia-sia. Amal saleh yang dilakukan secara rutin dan ikhlas akan menjadi tabungan berharga kelak di akhirat.

Insya Allah, jika kita terus berupaya menebar kebaikan, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan senantiasa menganugerahkan petunjuk, rahmat, taufik, hidayah, keberkahan, perlindungan, dan keridhaan-Nya.

Dengan semua itu, setiap ilmu yang kita miliki dan setiap langkah yang kita ambil akan membawa kita semakin dekat kepada-Nya.

Wallahu a’lam bish-shawab. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search