Jaminan dari Allah Swt meliputi rezeki bagi setiap makhluk, pertolongan bagi yang sabar, dikabulkannya doa, ampunan, serta surga bagi orang bertakwa, beriman, dan beramal saleh. Jaminan ini adalah janji pasti yang tidak pernah diingkari, yang dapat diraih melalui iman, syukur, ketaatan, dan amal saleh.
Dalam hadis berikut terdapat tiga kelompok orang yang mendapat jaminan dari Allah Ta’ala:
Dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ ضَامِنٌ عَلَى اللَّهِ إِنْ عَاشَ رُزِقَ وكُفِيَ وَإِنْ مَاتَ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ: مَنْ دَخَلَ بَيْتَهُ فسلَّم فَهُوَ ضَامِنٌ عَلَى اللَّهِ وَمَنْ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ فَهُوَ ضَامِنٌ عَلَى اللَّهِ وَمَنْ خَرَجَ فِي اللَّهِ فَهُوَ ضَامِنٌ عَلَى الله
“Tiga orang, mereka semua mendapatkan jaminan dari Allah. Ketika mereka hidup (di dunia), mereka dijamin rejekinya dan dicukupi. Jika mereka mati, maka Allah akan masukkan ke dalam Surga.” HR Abu Daud. Shahih Abi Daud no. 2253, dan Al Misykah
Tiga orang tersebut adalah:
- Siapa yang mengucapkan salam ketika masuk rumah, maka dia mendapat jaminan Allah.
Orang yang mengucapkan salam ketika masuk rumah, baik rumah sendiri maupun orang lain, termasuk dalam tiga kelompok yang mendapat jaminan Allah, berupa kecukupan rezeki saat hidup dan surga jika wafat. Amalan ini juga membawa keberkahan, mengusir setan, serta menyebarkan keakraban di rumah.
Disunahkan mengucapkan salam meskipun rumah dalam keadaan kosong. Jika ada penghuninya, ucapkan Assalamu’alaikum, dan jika kosong, ucapkan Assalamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibadillahish sholihiin.
Mengucapkan salam dan menyebut nama Allah saat masuk rumah membuat setan berkata kepada kawanannya, “Tidak ada tempat menginap bagi kalian dan tidak pula makan malam”.
Salam adalah bentuk penghormatan yang penuh berkah dan baik dari sisi Allah.
- Siapa yang keluar menuju masjid, maka dia mendapat jaminan Allah.
Orang yang keluar dari rumahnya menuju masjid dalam keadaan suci untuk salat berjemaah berada dalam jaminan Allah. Jika ia meninggal, Allah akan memasukkannya ke surga, dan jika kembali, ia membawa pahala dan keberuntungan. Ini berdasarkan hadis sahih yang menyebutkan tiga golongan yang dijamin Allah, salah satunya pejalan kaki.
Jaminan tersebut berupa kecukupan rezeki selama hidup, serta jika wafat dalam perjalanan atau di masjid, ia dijamin masuk surga. Setiap langkah kaki menuju masjid menghapus dosa dan meninggikan derajat.
Orang yang rumahnya paling jauh dari masjid mendapatkan pahala terbesar. Orang yang berjalan ke masjid dalam kegelapan (Subuh/Isya) diberi kabar gembira dengan cahaya sempurna di hari kiamat.
- Siapa yang berjihad di jalan Allah, maka dia mendapatkan jaminan Allah.
Orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa dijamin oleh Allah akan dimasukkan ke surga jika wafat, atau pulang dengan selamat membawa pahala dan harta rampasan. Jaminan ini mencakup perlindungan, kecukupan rezeki saat hidup, dan kemuliaan tertinggi di akhirat, menjadikannya salah satu amalan paling utama.
Allah menjanjikan surga dengan derajat yang sangat tinggi (100 derajat) bagi orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwa mereka. Allah berjanji akan menunjukkan jalan-jalan-Nya dan menyertai orang-orang yang berjihad dengan pertolongan.
Jihad menjadi sebab Allah mengampuni dosa-dosa dan memberikan kemenangan yang nyata. Selama hidup, para mujahid dijamin rezekinya dan dicukupi kebutuhan mereka oleh Allah.
Jihad tidak selalu berarti perang fisik, tetapi juga mencakup usaha sungguh-sungguh menegakkan agama Allah dengan harta, jiwa, dan ilmu. (*)
