*)Oleh: Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
Pentingnya bersikap rendah hati dan penuh kasih sayang terhadap orang tua, dan jangan kepakkan sayapmu di hadapan orang tuamu.
Firman Allah,
وَا خْفِضْ لَهُمَا جَنَا حَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًا
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.””
(QS Al-Isra’ : 24)
Ayat ini menjelaskan betapa pentingnya bersikap rendah hati dan penuh kasih sayang terhadap orang tua, dan dianalogikan dengan burung yang merendahkan sayapnya.
Ungkapan ‘merendahkan sayap’ dalam ayat ini bukan berarti secara harfiah, tetapi sebagai kiasan untuk menunjukkan sikap rendah hati, tawadhu’, dan penuh kasih sayang terhadap orang tua.
Ayat ini menekankan bahwa seorang anak harus memperlakukan orang tua dengan penuh kelembutan, hormat, dan kasih sayang, bukan dengan sikap sombong, apa lagi kasar.
Ayat ini juga mengajarkan untuk selalu mendoakan orang tua, memohonkan ampunan, memohonkan rahmat dan kasih sayang Allah untuk mereka, sebagaimana mereka telah mendidik kita dengan kasih sayang.
Berbakti kepada orang tua adalah perintah agama yang sangat ditekankan dalam Islam. Selain perintah agama, berbakti kepada orang tua juga merupakan kewajiban moral yang harus dilakukan oleh setiap anak. Berbakti kepada orang tua akan mendatangkan banyak kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat.
Jadi, ayat ini mengajarkan kita untuk selalu bersikap rendah hati, penuh kasih sayang, dan mendoakan orang tua kita, serta menjauhi sikap-sikap yang menyakiti mereka.
Semoga bermanfaat. (*)
