Jangan Matikan Harapanmu Sebelum Takdir Menyapamu

*) Oleh : Ferry Is Mirza DM
www.majelistabligh.id -

Dalam ajaran Islam, putus asa dari rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala merupakan sikap yang dilarang. Putus asa bukan hanya melemahkan jiwa, tetapi juga menunjukkan kurangnya keyakinan terhadap kekuasaan dan kasih sayang Allah.

Dalam Islam, sikap ini bahkan dikaitkan dengan kekufuran, karena seseorang yang berputus asa berarti tidak percaya bahwa Allah mampu memberikan pertolongan, membuka jalan keluar, serta mengampuni dosa-dosa hamba-Nya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53-54)

Ayat ini menegaskan bahwa sebesar apa pun dosa seseorang, Allah tetap membuka pintu ampunan dan rahmat-Nya. Maka, putus asa dari rahmat-Nya adalah kesalahan besar yang harus dihindari.

Ciri-Ciri Orang yang Berputus Asa

Seseorang yang berputus asa cenderung menunjukkan beberapa tanda berikut:

  • Kehilangan Harapan Akan Hari Esok yang Lebih Baik
    Mereka tidak mampu membayangkan bahwa masa depan masih memiliki peluang yang baik dan penuh berkah.
  • Merasa Tidak Berdaya dan Terus-Menerus Gelisah
    Ketidakmampuan mengatasi masalah membuat mereka cenderung tenggelam dalam kesedihan dan ketakutan yang berkepanjangan.
  • Tidak Mencari Solusi atau Berusaha Bangkit
    Mereka berhenti berjuang dan merasa tidak ada gunanya lagi berusaha untuk memperbaiki keadaan.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Janganlah salah seorang dari kalian meninggal kecuali dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah ‘Azza Wa Jalla.”
(HR. Muslim)

Hadis ini mengajarkan bahwa seorang Muslim harus senantiasa berbaik sangka kepada Allah, bahkan dalam kondisi yang paling sulit sekalipun. Kepercayaan kepada kasih sayang dan pertolongan-Nya akan memberikan kekuatan untuk tetap bertahan dan tidak berputus asa.

Dalam Islam, seseorang yang sedang menghadapi ujian berat dilarang untuk mengharap kematian hanya karena merasa tidak sanggup menanggung musibah yang menimpanya. Sikap seperti ini mencerminkan ketidaksiapan menghadapi takdir dan kurangnya kesabaran dalam menerima ujian hidup.

Sebaliknya, Islam mengajarkan untuk bersabar, berusaha, dan terus berharap kepada Allah. Setiap ujian yang datang adalah bentuk kasih sayang Allah untuk menguji keimanan dan meningkatkan kedudukan seorang hamba di sisi-Nya.

Cara Menghindari Putus Asa

Agar tidak berputus asa dari rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kita perlu melakukan beberapa hal berikut:

1. Menanamkan Keyakinan Bahwa Allah adalah Sebaik-Baik Penolong
Kita harus percaya bahwa tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan jika kita bersandar kepada Allah.

2. Berserah Diri Kepada-Nya
Tawakal kepada Allah bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi melakukan yang terbaik sambil menyerahkan hasilnya kepada-Nya.

3. Ikhlas dalam Beramal dan Mendekatkan Diri kepada Allah
Dengan meningkatkan ibadah dan ketakwaan, hati akan lebih tenang dalam menghadapi ujian hidup.

4. Menjadikan Setiap Masalah sebagai Sarana untuk Berkomunikasi dengan Allah
Setiap kesulitan seharusnya menjadi alasan bagi kita untuk lebih banyak berdoa dan memohon pertolongan kepada-Nya.

5. Banyak Berdoa kepada Allah
Doa adalah senjata seorang mukmin. Dengan berdoa, kita menunjukkan bahwa kita percaya kepada Allah dan berharap hanya kepada-Nya.

6. Menyadari bahwa Ampunan Allah Lebih Luas daripada Dosa yang Pernah Kita Perbuat
Sebesar apa pun dosa yang kita lakukan, jika kita bertobat dengan sungguh-sungguh, Allah akan mengampuninya. Maka, tidak ada alasan untuk merasa putus asa.

Putus asa adalah penyakit hati yang berbahaya dan bisa menjerumuskan seseorang ke dalam kekufuran. Sebaliknya, Islam mengajarkan untuk selalu berbaik sangka kepada Allah, bersabar dalam menghadapi ujian, dan terus berusaha mencari jalan keluar dengan tetap bergantung kepada-Nya.

Tidak ada masalah yang terlalu besar bagi Allah, dan tidak ada dosa yang tidak bisa diampuni selama seseorang mau bertobat.

Jangan pernah menyerah, karena rahmat Allah lebih luas daripada segala kesulitan yang kita hadapi. Tetaplah optimistis dan yakin bahwa di balik setiap cobaan, pasti ada hikmah yang indah. (*)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Search