Musibah dan bencana datang silih berganti. Gempa bumi, banjir, kekeringan, hingga wabah penyakit terus terjadi, seolah menjadi pengingat bahwa dunia ini semakin menua.
Namun, di tengah tanda-tanda itu, manusia justru semakin sibuk mengejar kesenangan duniawi. Mereka berlomba-lomba memenuhi hawa nafsu, sementara kewajiban untuk bersyukur dan menaati perintah Allah semakin dilupakan.
Padahal, berbagai peristiwa yang terjadi sejatinya merupakan isyarat dan peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tanda-tanda kekuasaan-Nya ada di mana-mana, namun banyak manusia yang lalai dan berpaling darinya. Allah telah mengingatkan kita melalui firman-Nya dalam Al-Qur’an:
“Dan berapa banyak tanda-tanda (kebesaran Allah) di langit dan di bumi yang mereka lalui, namun mereka berpaling darinya. Dan kebanyakan mereka tidak beriman kepada Allah, bahkan mereka menyekutukan-Nya. Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya?” (QS. Yusuf: 105–107)
Sungguh, manusia seringkali merasa aman dari ancaman azab, padahal tidak ada jaminan keselamatan bagi siapa pun yang mengabaikan perintah dan larangan Allah.
Mereka berbuat maksiat, merancang tipu daya, dan mengabaikan peringatan, seolah-olah mereka kebal dari murka-Nya.
“Maka apakah orang yang membuat tipu daya yang jahat itu merasa aman (dari bencana) dibenamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau (dari) datangnya siksa kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari, atau Allah mengazab mereka pada waktu mereka dalam perjalanan; sehingga mereka tidak berdaya menolak (azab itu)?” (QS. An-Nahl: 45–47)
Sejarah mencatat banyak negeri yang telah dibinasakan karena kezaliman penduduknya. Mereka tidak lagi peduli terhadap nilai-nilai kebaikan dan keadilan. Ketika azab datang, tak ada yang mampu menghindar.
“Betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan, siksaan Kami datang (menimpa penduduknya) pada malam hari, atau pada saat mereka beristirahat pada siang hari. Maka, ketika siksaan Kami datang menimpa mereka, keluhan mereka tidak lain, hanya mengucap: ‘Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.'” (QS. Al-A’raf: 4–5)
Allah memberikan jalan keselamatan bagi siapa saja yang beriman dan bertakwa. Keberkahan dari langit dan bumi akan dilimpahkan kepada mereka yang hidup dengan penuh ketaatan dan syukur.
Namun ketika ayat-ayat Allah didustakan, maka takdir kehancuran pun datang sebagai konsekuensi dari ulah tangan mereka sendiri.
“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan…” (QS. Al-A’raf: 96–100)
Ayat-ayat ini menjadi peringatan keras bagi kita agar tidak merasa aman dari azab Allah. Jangan sampai kelalaian, kesombongan, dan kemaksiatan membawa kita pada kehancuran yang hina.
Allah pun telah menetapkan batasan-batasan hukum dalam kehidupan ini. Siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka jaminan surga adalah balasannya.
Namun sebaliknya, bagi yang mendurhakai dan melanggar batas-batas-Nya, niscaya neraka menjadi tempat kembali yang menghinakan.
“Itulah batas-batas (hukum) Allah. Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam Surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah kemenangan yang agung.” (QS. An-Nisa: 13)
“Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar batas-batas hukum-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka, dia kekal di dalamnya dan dia akan mendapat azab yang menghinakan.” (QS. An-Nisa: 14)
Waspadalah terhadap datangnya azab. Jangan sampai kita menjadi kaum yang merasa aman dari murka Allah, padahal terus hidup dalam kemaksiatan dan kelalaian.
Marilah kita kembali kepada jalan Allah dengan penuh ketundukan, memperbanyak istighfar, serta memperkuat iman dan takwa.
Semoga kita termasuk hamba-hamba yang diselamatkan dari azab dan dimasukkan ke dalam surga-Nya. Aamiin. (*)
