Hidup itu ada dua macam keadaan
yaitu: suka dan duka, dan kuncinya juga dua yaitu: syukur dan sabar..
Jika suka maka bersyukurlah, jika duka maka bersabarlah.
Allah memerintahkan kita untuk bersabar tanpa memberi batasan sampai dimana sabar itu berakhir.
Dan Allah menjanjikan Surga bagi mereka yang mau bersabar..
Menghargai diri sendiri itu sangatlah penting untuk kebahagiaan kita.
Buanglah jauh-jauh perasaan sedih terhadap diri sendiri..
Banyak dari kita, terlalu tinggi melihat orang lain dan terlalu rendah melihat diri sendiri.
Kondisi ini sangat menyiksa kita bukan..?
Jangan pamerkan kesedihan kita
Selagi masih bersama, berbahagialah..
Selagi masih memiliki, hargailah..
Selagi masih ada, nikmatilah..
Sewaktu berpisah, relakan lah..
Sewaktu pergi, kenanglah..
Sewaktu tiada, sempurnakanlah..
Susah, senang, derita dan bahagia, itu hanya dalam pikiran kita saja, jadi bebaskanlah hidup kita dari belenggu pikiran,
Karena sejatinya hidup ini, tidak seperti yang kita pikirkan dan tidak sama dengan yang ada didalam pikiran kita.
Dari Shuhaib bin Sinan radhiallahu’anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
عجبًا لأمرِ المؤمنِ . إن أمرَه كلَّه خيرٌ . وليس ذاك لأحدٍ إلا للمؤمنِ . إن أصابته سراءُ شكرَ . فكان خيرًا له . وإن أصابته ضراءُ صبر . فكان خيرًا له
“Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya.” (HR. Muslim no. 2.999).
Hadis yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan bersyukur di saat senang dan bersabar di saat susah, bahkan kedua sifat inilah yang merupakan penyempurna keimanan seorang hamba. Abdullah bin Mas’ud berkata: “Iman itu terbagi menjadi dua bagian; sebagiannya (adalah) sabar dan sebagian (lainnya adalah) syukur”.
Dalam Al-Qur’an, Allah memuji secara khusus hamba-hamba-Nya yang memiliki dua sifat ini sebagai orang-orang yang bisa mengambil pelajaran ketika menyaksikan tanda-tanda kemahakuasaan Allah. Allah berfirman:
إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ
“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kemehakuasaan Allah) bagi setiap orang yang sangat sabar dan banyak bersyukur.” (QS Luqmaan: 31).
Beberapa faidah penting yang dapat kita petik dari hadis ini:
Imam Ibnul Qayyim berkata: “(Hadits di atas menunjukkan bahwa) tingkatan-tingkatan iman seluruhnya (berkisar) antara sabar dan syukur”.
Kehidupan seorang mukmin seluruhnya bernilai kebaikan dan pahala di sisi Allah, baik dalam kondisi yang terlihat membuatnya senang ataupun susah.
Seorang hamba yang sempurna imannya akan selalu bersyukur kepada Allah ketika senang dan bersabar ketika susah, maka dalam semua keadaan dia senantiasa rida kepada Allah dalam segala ketentuan takdir-Nya, sehingga kesusahan dan musibah yang menimpanya berubah menjadi nikmat dan anugerah baginya.
Orang yang tidak beriman akan selalu berkeluh kesah dan murka ketika ditimpa musibah, sehinnga semua dosa dan keburukan akan menimpanya, dosa di dunia karena ketidaksabaran dan ketidakridhaannya terhadap ketentuan takdir Allah, serta di akhirat mendapat siksa neraka.
Keutamaan dan kebaikan dalam semua keadaan hanya akan diraih oleh orang-orang yang sempurna imannya.
Rukun sabar ada tiga yaitu: menahan diri dari sikap murka terhadap segala ketentuan Allah I, menahan lisan dari keluh kesah, dan menahan anggota badan dari perbuatan yang dilarang (Allah), seperti menampar wajah (ketika terjadi musibah), merobek pakaian, memotong rambut dan sebagainya.
Rukun syukur juga ada tiga:
- Mengakui dalam hati bahwa semua nikmat itu dari Allah Ta’ala,
- Menyebut-nyebut semua nikmat tersebut secara lahir (dengan memuji Allah dan memperlihatkan bekas-bekas nikmat tersebut dalm rangkan mensyukurinya),
- Menggunakan nikmat tersebut di jalan yang diridai Allah. (*)
