“Jika terbetik dalam hatimu keinginan untuk berbuat kebaikan, maka lakukanlah dengan segera. Karena ketika itu, sebenarnya Allah sedang memberimu hidayah.”
Terkadang Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā mengetuk hati seorang hamba dengan dorongan untuk berbuat baik.
Keinginan itu bisa datang secara tiba-tiba:
- Ingin bersedekah,
- Ingin membaca Al-Qur’an,
- Ingin salat sunah,
- Ingin menasihati dengan lembut,
- Atau ingin meminta maaf.
Maka Jangan Ditunda!
Menunda kebaikan = peluang hidayah bisa hilang.
Rasūlullāh ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Bersegeralah kalian dalam melakukan amal-amal saleh…” (HR. Muslim No. 118)
Karena
Bisa jadi kesempatan itu hanya sebentar.
Jika engkau menunda, mungkin hatimu sudah berubah, kesibukan mengganggu, atau bisikan setan membelokkan niatmu.
Setan tidak akan tinggal diam!
Dia selalu berusaha menghalangimu dari amal saleh, memunculkan keraguan, rasa malas, dan penundaan.
Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā memperingatkan:
“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh (yang nyata).” (QS. Fāṭir: 6)
Jadi, saat muncul bisikan untuk menunda, seperti:
“Nanti saja,”
“Lagi capek,”
“Masih ada waktu,”
Sadarilah bahwa itu adalah tipu daya setan. Lawan segera!
Tiba-tiba ingin berinfaq? Langsung lakukan!
Tiba-tiba ingin membaca Al-Qur’an? Langsung ambil mushaf!
Tiba-tiba ingin salat sunah? Langsung ambil wudhu!
Tiba-tiba ingin istighfar? Langsung ucapkan!
Jangan biarkan cahaya hidayah itu padam karena kelalaian menunda.
Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā berfirman:
“Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan.” (QS. Al-Baqarah: 148)
Jangan terlalu banyak berpikir ketika hati tergerak pada kebaikan.
Lakukan segera! Karena saat itu, Allah sedang memudahkanmu menuju jalan-Nya.
Jangan beri celah bagi setan untuk menghalangimu!
Ayo, bersemangatlah melakukan kebaikan, karena sesungguhnya kebaikan itu kembali kepada diri kita sendiri.
Wallāhu Waliyyut-Taufīq. (*)
