Jejak Ramadan: Titipan Amal di Ujung Waktu

Jejak Ramadan: Titipan Amal di Ujung Waktu
*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana

Ibnu Rajab al-Hanbali berkata:

ﻋﺒﺎﺩ ﺍﻟﻠﻪ

“Wahai hamba-hamba Allah…

ﺇﻥ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻗﺪ ﻋﺰﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺮﺣﻴﻞ

Sesungguhnya bulan Ramadan telah bersiap untuk pergi berlalu

ﻭﻟﻢ ﻳﺒﻖ ﻣﻨﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻘﻠﻴﻞ

Tidaklah ada yang tersisa melainkan hanya sedikit waktu

ﻓﻤﻦ ﻣﻨﻜﻢ ﺃﺣﺴﻦ ﻓﻴﻪ ﻓﻌﻠﻴﻪ ﺍﻟﺘﻤﺎﻡ

Siapa saja di antara kalian yang telah berbuat baik di dalamnya, hendaknya ia sempurnakan

ﻭﻣﻦ ﻓﺮﻁ ﻓﻴﺨﺘﻤﻪ ﺑﺎﻟﺤﺴﻨﻰ

Dan siapa yang masih banyak kekurangan, hendaknya ia tutup dengan kebaikan

ﻓﺎﻟﻌﻤﻞ ﺑﺎﻟﺨﺘﺎﻡ

Karena amalan itu tergantung penghujungnya

ﻓﺎﺳﺘﻤﺘﻌﻮﺍ ﻣﻨﻪ ﺑﻤﺎ ﺑﻘﻲ من ﺍﻟﻠﻴﺎﻟﻲ ﺍﻟﻨﻴﺮﺓ ﻭﺍﻷﻳﺎﻡ

Gunakanlah malam-malam dan siang-siang Ramadan yang tersisa

ﻭﺍﺳﺘﻮﺩﻋﻮﻩ ﻋﻤﻼً ﺻﺎﻟﺤﺎً ﻳﺸﻬﺪ ﻟﻜﻢ ﺑﻪ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺍﻟﻌﻼﻡ

Titipkan amal shalihmu kepadanya sehingga kelak ia akan jadi saksimu di sisi Allah,
Sang Penguasa hari pembalasan

ﻭﻭﺩﻋﻮﻩ ﻋﻨﺪ ﻓﺮﺍﻗﻪ ﺑﺄﺯﻛﻰ ﺗﺤﻴﺔ ﻭﺳﻼﻡ

Lepaskanlah perpisahan darinya dengan mengucapkan sebaik-baik salam perpisahan.” [Lathaiful Ma’arif (1/209)]

Rasulullah saw selalu memberikan teladan tentang bagaimana memanfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya.

Ada empat amalan utama yang beliau anjurkan agar tidak ditinggalkan selama Ramadhan. Empat amalan ini bukan hanya meningkatkan ketakwaan, tetapi juga membawa keberkahan dalam hidup.

1. Perbanyak Istighfar :

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ العَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الحَيُّ القَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Astagfirullahal ‘adzim alladzi laa ilaaha illa huwal hayyul qoyyum wa atubu ilaih.

“Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tidak ada ilah (sesembahan) selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang Maha Berdiri Sendiri, & aku bertaubat kepada-Nya.”

2. Perbanyak Dzikir :

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Laa ilaaha illallah, wahdahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syai’in qodiir.

“Tidak ada ilah (yang berhak disembah) selain Allah, satu-satunya, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Milik-Nya segala kerajaan & bagi-Nya segala pujian, & Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

3. Berdoa Meminta Surga & Dijauhkan dari Neraka :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ

Allahumma inni as-alukal jannata wa a’udzu bika minan-naar.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu surga & aku berlindung kepada-Mu dari neraka.”

4. Mohon keridaan Allah SWT:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ

“Allahumma inna nas-aluka ridhaka wal jannah, wa na’udzu bika min sakhatika wannar.

“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon keridhaan-Mu & (memohon) surga, serta kami berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu & (siksa) neraka.” (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *