Jelang Pelaksanaan Wukuf, Kemenkes Siagakan Safari Wukuf dan Jalur Evakuasi Jemaah Sakit

www.majelistabligh.id -

Wukuf di Arafah yang akan digelar pada Kamis, 5 Juni 2025 (9 Zulhijjah 1446 H) menjadi momen yang paling dinanti para jemaah. Untuk memastikan hak ibadah seluruh jemaah tetap terpenuhi, termasuk yang sakit, lanjut usia, atau berisiko tinggi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyiapkan sejumlah layanan khusus.

“Kami berharap semua jemaah dalam kondisi sehat saat wukuf, karena inilah inti dari ibadah haji,” ujar Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Liliek Marhaendro Susilo, di Makkah, Ahad (1/6/2025).

Salah satu layanan penting yang disiapkan adalah Safari Wukuf, yaitu skema pemberangkatan jemaah yang sedang sakit untuk tetap mengikuti wukuf di Arafah, syarat sahnya ibadah haji.

“Safari Wukuf kami siapkan dengan empat bus. Dua untuk jemaah dalam kondisi berbaring, dua lagi untuk yang bisa duduk. Mereka biasanya pasien yang sudah pulang dari rumah sakit, tapi belum layak dirawat di hotel,” jelas Liliek.

Dengan layanan ini, jemaah tetap bisa menjalani rukun haji meski dalam keterbatasan fisik.

Untuk mendukung layanan kesehatan selama puncak haji, Kemenkes bersama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi juga akan mendirikan pos darurat di Arafah dan Mina. Pos ini akan memberikan pertolongan pertama maksimal selama enam jam, sebelum merujuk ke rumah sakit lokal bila dibutuhkan.

“Jika kondisi jemaah tidak membaik dalam waktu tersebut, mereka akan dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi,” tegas Liliek.

Selain itu, ambulans juga disiagakan di titik-titik strategis, baik untuk evakuasi ke rumah sakit lokal maupun antar-tenda darurat.

“Ambulans kami siapkan untuk menjangkau tenda-tenda jemaah di jalur utama. Ini bagian dari sistem tanggap darurat saat puncak haji,” imbuhnya.

Bagi jemaah yang sedang dirawat di rumah sakit dan benar-benar tidak bisa keluar, Kemenkes akan bekerja sama dengan Kementerian Agama dan pembimbing ibadah untuk membadalkan wukufnya.

“Hak ibadah tetap dijamin. Jika benar-benar tidak bisa keluar dari rumah sakit, maka akan dibadalkan secara resmi,” tegas Liliek.

Ia juga mengimbau jemaah yang masih menjalani perawatan ringan di hotel untuk menyiapkan obat-obatan pribadi dan suplemen, agar kondisi tetap terjaga saat menjelang wukuf.

“Untuk konsumsi sudah disiapkan oleh penyelenggara. Tapi obat pribadi dan suplemen tetap harus disiapkan sendiri,” katanya.

Dengan jutaan jemaah dari seluruh dunia berkumpul di Arafah, persiapan medis yang matang menjadi sangat krusial. Kemenkes RI memastikan bahwa semua layanan darurat ini disiapkan agar jemaah bisa menjalani rukun ibadah dengan aman dan khusyuk.

“Semua ini kami siapkan agar hak ibadah jemaah tetap terjaga, meski dengan keterbatasan fisik,” tutup Liliek. (afifun nidlom)

Tinggalkan Balasan

Search