Jelang Puncak Haji, PPIH Arab Saudi Sampaikan 9 Imbauan Penting untuk Jemaah Indonesia

www.majelistabligh.id -

Menjelang fase puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengeluarkan sembilan imbauan penting yang wajib dipatuhi seluruh jemaah haji asal Indonesia.

Imbauan ini disampaikan dalam konferensi pers Ketua PPIH Arab Saudi, Muhammad Muchlis Hanafi, di Kantor Daker Mekkah, Rabu (28/5/2025).

Imbauan ini merupakan hasil Rapat Koordinasi (Rakor) virtual antara Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dan PPIH Arab Saudi, yang berlangsung Selasa (27/5/2025) pukul 15.30–16.30 WAS. Rakor dipimpin langsung oleh Dr. Al Hasan, Deputi Hubungan Internasional Kemenhaj dan Umrah Arab Saudi, dan dihadiri oleh Dirjen PHU Kemenag RI Hilman Latief, Ketua PPIH Arab Saudi, serta seluruh petugas kloter dari Indonesia.

Berikut sembilan poin penting yang wajib dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh jemaah dan petugas:

1. Larangan Keluar Tenda pada Siang Hari

Jemaah dilarang keluar dari tenda di Arafah dan Mina antara pukul 10.00–16.00 WAS. Suhu ekstrem yang diperkirakan mencapai 50°C berisiko tinggi terhadap kesehatan. Petugas diimbau tegas menjaga disiplin jemaah demi keselamatan bersama.

2. Kedisiplinan Pergerakan Armuzna

Pergerakan jemaah selama Armuzna harus sesuai jadwal resmi dari syarikah. Dilarang keras berpindah lokasi tanpa panduan resmi.

3. Larangan Penyembelihan di Luar Program Adahi

Seluruh hewan dam, haji, dan kurban wajib disalurkan melalui Program Adahi resmi pemerintah Arab Saudi. Penyembelihan melalui calo atau tempat tak berizin dilarang.

4. Jadwal Resmi Melontar Jumrah

Pelontaran jumrah wajib mengikuti jadwal yang ditentukan oleh syarikah dan diketahui oleh Markaz Layanan. Pelontaran bebas tanpa pengawasan dilarang.

5. Kartu Nusuk Wajib Dibawa

Setiap jemaah harus selalu membawa kartu Nusuk. Petugas wajib memastikan tidak ada jemaah kehilangan kartu karena ini menjadi akses utama ke Masjidil Haram dan layanan lainnya.

6. Protokol Kesehatan Ketat

Jemaah diimbau menjaga kesehatan dengan memakai masker, menggunakan payung, mencuci tangan, dan mengonsumsi makanan bergizi serta cukup cairan.

7. Layanan Pengaduan Syarikah

Jika ada gangguan seperti listrik, AC, air, atau fasilitas lain, jemaah dapat menghubungi nomor pengaduan resmi 1966. Petugas diminta menyosialisasikan nomor ini secara luas.

8. Kehadiran dan Kesiapan Petugas Kloter

Petugas kloter wajib siaga di tenda bersama jemaah dan nomor kontak mereka harus mudah diakses jika terjadi situasi darurat.

9. Jaga Citra Bangsa

Sebagai jemaah terbesar, Indonesia mewakili 25% jemaah haji dunia. Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengharapkan Indonesia tampil sebagai teladan dalam disiplin dan kepatuhan aturan haji.

Ketua PPIH Arab Saudi menegaskan, pihannya akan memastikan seluruh poin ini ditindaklanjuti, baik dalam briefing petugas maupun komunikasi langsung ke jemaah.

“Kami mohon dukungan penuh semua pihak agar pelaksanaan ibadah haji berjalan aman, tertib, dan penuh keberkahan,” tegasnya. (afifun nidlom)

Tinggalkan Balasan

Search