Jemaah Sakit Difasilitasi Haji, Evakuasi dari KKHI Madinah ke Makkah Ditargetkan Rampung 31 Mei

www.majelistabligh.id -

Layanan kesehatan haji Indonesia terus mengupayakan fasilitasi maksimal bagi jemaah yang sedang dalam perawatan. Meski kondisi fisik mereka tidak sekuat jemaah lainnya, para calon haji yang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah tetap dipersiapkan agar dapat melaksanakan ibadah haji secara sah dan sesuai syariat.

Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Madinah, dr Novitasari Nurlaila, menyampaikan bahwa batas akhir pemindahan pasien dari KKHI Madinah ke Mekah ditetapkan pada 31 Mei 2025. Hal ini guna memastikan seluruh jemaah siap menyongsong puncak ibadah haji di Arafah.

“Cut-off pemindahan ke Mekah adalah 31 Mei. Semua proses evakuasi harus tuntas sebelum tanggal tersebut,” tegas dr Novi saat ditemui di KKHI Madinah, Sabtu (24/5/2025).

Saat ini tercatat ada 14 jemaah yang dirawat di KKHI Madinah, dan 37 jemaah lainnya dirawat di rumah sakit Arab Saudi. Mayoritas dari mereka mengalami penyakit kronis seperti jantung, paru-paru, diabetes, serta hipertensi.

Jemaah yang sudah menunjukkan tanda-tanda pemulihan akan dipindahkan secara bertahap. Mereka akan dijemput dari rumah sakit Arab Saudi menuju KKHI Madinah untuk observasi lanjutan sebelum diberangkatkan ke Makkah.

“Setelah kondisi cukup stabil, jemaah laki-laki akan berihram di KKHI dan mampir mengambil miqat di Bir Ali lalu diberangkatkan ke Makkah menggunakan ambulance. Yang sehat akan langsung ke hotel, sedangkan yang masih membutuhkan pemantauan akan dirawat di KKHI Makkah,” tambahnya.

Tim kesehatan haji Indonesia bekerja secara optimal dengan melibatkan 70 personel medis, armada ambulance, serta logistik kesehatan yang lengkap. Seluruh langkah diambil untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan jemaah hingga puncak ibadah haji.

Dokter Novi juga mengimbau seluruh jemaah, termasuk yang sedang dalam masa pemulihan, agar menjaga stamina dan mematuhi anjuran petugas medis.

“Gunakan masker, kacamata hitam, minum air sedikit tapi sering, dan hindari aktivitas fisik yang tidak perlu. Kami ingin semua jemaah tetap kuat hingga wukuf di Arafah,” pesannya. (afifun nidlom)

Tinggalkan Balasan

Search