Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) AMMAN Magelang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi umat melalui pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang digelar pada Kamis (17/4/2025).
Momentum penting ini juga ditandai dengan peluncuran inovasi terbaru mereka, yakni BTM AMMAN Link, sebuah program yang dirancang untuk memperluas inklusi keuangan berbasis syariah di kalangan masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua BTM AMMAN Magelang, M. Nasiruddin, menyoroti fenomena kesenjangan sosial yang masih nyata terjadi akibat terbatasnya akses masyarakat kecil terhadap layanan keuangan formal, khususnya perbankan.
“Banyak pelaku usaha mikro dan kecil yang mengalami kesulitan dalam memperoleh modal usaha karena sistem perbankan yang rumit dan tidak ramah bagi mereka yang belum tersentuh literasi keuangan. Menyadari kondisi tersebut, BTM hadir sebagai jawaban atas kebutuhan umat, menawarkan solusi inklusif yang sesuai dengan prinsip syariah,” katanya.
Nasiruddin menjelaskan bahwa BTM sebagai Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), sekaligus Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), terus berupaya menjalankan peran sebagai perantara keuangan (financial intermediary) yang menjangkau hingga ke lapisan akar rumput masyarakat.
“Tidak hanya terbatas pada warga Muhammadiyah, tetapi juga menyasar masyarakat luas dengan semangat kebermanfaatan,” tegasnya.
Dia meyakini bahwa ketika roda perekonomian bergerak dari bawah, maka secara perlahan akan berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi secara nasional, termasuk kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Oleh karena itu, inovasi seperti BTM AMMAN Link menjadi sangat strategis dalam mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih berdaya.
“BTM AMMAN tidak hanya berorientasi pada manfaat sesaat, tetapi kami ingin menghadirkan manfaat yang berkelanjutan. Untuk itu, kami terus mendorong munculnya inovasi dan kreativitas dalam menghadapi tantangan zaman yang dinamis,” tutur Nasiruddin.
Dia menambahkan bahwa lembaganya tidak hanya berfungsi secara ekonomi, tetapi juga menjadi sarana dakwah Muhammadiyah di ranah ekonomi syariah.
Peluncuran BTM AMMAN Link mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Eko Pujiatmoko, Sekretaris Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah.
Dia menyampaikan apresiasi atas langkah BTM AMMAN yang dinilainya visioner dan adaptif terhadap perkembangan zaman, terutama melalui penerapan digitalisasi layanan keuangan seperti Laku Pandai yang bekerja sama dengan Bank Jateng Syariah.
“Semoga BTM AMMAN semakin menjadi lembaga keuangan syariah yang modern dan mampu tampil di garda terdepan, khususnya di Jawa Tengah. Inisiatif seperti ini sangat penting untuk memperkuat sistem keuangan umat yang inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh Kepala Divisi Syariah Bank Jateng Slamet Sulistiono. Kata dia, kolaborasi antar lembaga, baik itu ormas, koperasi, maupun perbankan syariah, akan memperkuat basis ekonomi umat. Ia juga menyoroti pentingnya semangat gotong royong dalam menggerakkan ekonomi berbasis komunitas.
“Jika umat Islam bersatu dan bergotong royong dalam menggerakkan sektor ekonomi, dampaknya akan sangat besar. Roda perekonomian umat bisa berputar lebih cepat dan kuat, menjadikan ekonomi kerakyatan sebagai penopang utama pembangunan nasional,” tegasnya.
RAT BTM AMMAN tahun ini juga menjadi istimewa karena dijadwalkan dihadiri oleh Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Sayuti. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan moral terhadap upaya-upaya pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh Amal Usaha Muhammadiyah di berbagai daerah.
Dengan peluncuran BTM AMMAN Link dan kerja sama lintas lembaga, diharapkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah semakin terbuka lebar. Ke depan, BTM AMMAN tidak hanya menjadi lokomotif keuangan mikro syariah di Magelang, tetapi juga dapat menjadi inspirasi nasional dalam menciptakan sistem keuangan yang adil, inklusif, dan berpihak pada umat. (*/wh)
