Jika Al-Qur’an Turun pada Lailatul Qadar, Kenapa Nuzulul Quran Diperingati 17 Ramadan?

www.majelistabligh.id -

Al-Qurthubi menjelaskan:

إنا أنزلناه يعني القرآن

“Kami turunkan yaitu Al-Quran.” [Tafsir Al-Qurthubi]

Demikian juga firman Allah,

ﺇِﻧَّﺎ ﺃَﻧﺰَﻟْﻨَﺎﻩُ ﻓِﻲ ﻟَﻴْﻠَﺔٍ ﻣُّﺒَﺎﺭَﻛَﺔٍۚ ﺇِﻧَّﺎ ﻛُﻨَّﺎ ﻣُﻨﺬِﺭِﻳﻦَ ‏

“Sesungguhnya Kami menurunkan al-Quran pada malam yang diberkahi, sungguh Kamilah yang memberi peringatan.” (Ad-Dukhan:3).

Al-Qurthubi menjelaskan ayat ini,

إنا أنزلناه في ليلة مباركة ، يريد : في ليلة القدر

“Sungguh Kami turunkan pada malam yang diberkahi yaitu malam lailatul qadar.” [Tafsir Al-Qurthubi]

Dan juga hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang berbunyi,

Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda:

التمسوها في العشر الأواخر فأن ضعف أحدكم فلا يغلبن على السبع البواقى

“Carilah di sepuluh malam terakhir, apabila tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh malam tersisa.” [HR. Bukhari & Muslim]

Carilah ia (Lailatul Qadar) di sepuluh akhir ganjil bulan Ramadan.

“Pertanyaannya kenapa kita memperingati pada 17 Ramadan, itu kan tidak pas dengan hadis?”

Tinggalkan Balasan

Search