*) Oleh: Sigit Subiantoro,
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
Jika engkau telah memulai langkah karena Allah, maka jangan pernah berhenti hanya karena manusia.
Teruskan apa yang telah diniatkan. Jika akhirat yang menjadi tujuan utamamu, maka dunia akan mengikuti dengan izin-Nya. Allah akan mengatur segalanya dan menyertakan dunia dalam perjalananmu menuju kebaikan.
Perjalanan ini memang tidak mudah. Akan terasa berat jika niat awal tidak diluruskan. Karena itu, penting untuk selalu memeriksa dan memperbaharui niat. Niat yang lurus dan ikhlas akan menjadi sumber kekuatan dalam menjalani kehidupan sebagai seorang hamba.
Niat adalah fondasi. Ia akan menuntun langkah menuju jalan kebaikan dan menjaga keistiqamahan. Orang yang ikhlas dalam beramal dan beribadah tidak akan mencari pengakuan dari manusia. Ia yakin bahwa ganjaran sejati datang dari Allah, bukan dari pujian manusia.
Dengan niat yang tulus, semangat untuk terus beribadah dan menjalani hidup akan tetap menyala—baik ketika didukung maupun saat tidak mendapat dukungan sama sekali.
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad ﷺ:
“Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya seseorang hanya mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Barangsiapa hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya (dinilai) karena Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ingin diraihnya atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya itu (dinilai) sesuai dengan tujuan hijrahnya tersebut.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Teruslah melangkah. Jangan goyah karena penilaian manusia. Selama langkahmu karena Allah, maka Allah akan mencukupimu.
Semoga bermanfaat. (*)
